Text
Pengendalian Mutu Beton Studi Kasus Pada Pekerjaan Struktur Proyek Duri Islamic Center
Beton adalah campuran semen Portland atau semen hidrolis lainnya, agregat halus, agregat kasar, dan air, dengan atau tanpa bahan campuran tambahan (admixture). Disamping kualitas bahan penyusunnya, kualitas pelaksanaan pun menjadi penting dalam pembuatan beton. Kualitas pekerjaan suatu konstruksi sangat dipengaruhi oleh pelaksanaan beton langsung, maka pengendalian mutu pekerjaan sangat penting diterapkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif yaitu pemeriksaan terhadap nilai kuat tekan sampel silinder dan nilai kuat tekan core pada mutu beton fc 20,75 MPa pada struktur gedung Duri Islamic Center terhadap SNI 2847-2019 tentang perencanaan gedung. Berdasarkan hasil analisa didapat bahwa mutu beton rencana yaitu fc’ 20,75 MPa dengan total volume beton 1928,25 m³. Hasil mutu kuat tekan dari sampel silender saat pelaksanaan, kuat tekan tertinggi pada sampel 4 dengan nilai 50,66 MPa dan nilai terendah berada pada sampel 1 dengan nilai 37,41 MPa, rata-rata yang didapat sebesar 44,97 MPa. Hasil kuat tekan beton inti (core drill) didapatkan nilai yang bervariasi dengan nilai tertinggi yaitu 41,27 MPa, untuk nilai terendah yaitu 13,79 MPa, untuk menentukan penerimaan mutu berdasarkan dari hasil beton inti (core drill) didasarkan pada rata-rata pada seluruh jumlah sampel yang diuji dengan nilai 20,15 MPa, maka terdapat selisih mutu sampel silinder dengan mutu yang terealisasi atau beton inti sebesar 24,85 MPa. Berdasarkan SNI 2847-2019 dalam pasal 26.5.3.2 (e) mutu yang dapat diterima 100 persen yaitu pada Titik 4, Titik 5, Titik 6, Titik 9, Titik 11, Titik 12, Titik 14, Titik 15, dan Titik 16, untuk mutu dalam kategori dalam batas toleransi atau ? 85% yaitu Titik 1, Titik 2, Titik 3, Titik 8, dan Titik 10, untuk mutu dalam kategori tidak diterima atau < 75% yaitu Titik 7 dan Titik 13.
No other version available