Text
Pendekatan Asian New Urbanism Dalam Mewujudkan Kampung Kota Berkelanjutan (Studi Kasus: Kampung Melayu Kota Pekanbaru)
Kampung kota merupakan bagian penting dari tata ruang perkotaan yang mempertahankan ciri khas permukiman pedesaan dalam suasana urban. Konsep kampung kota berkelanjutan mengintegrasikan karakteristik kampung tradisional dengan prinsip-prinsip keberlanjutan, sebuah pendekatan yang diadopsi oleh Kampung Melayu di Kota Pekanbaru. Meskipun kaya akan nilai budaya dan warisan lokal, pertumbuhan perkotaan yang pesat di Pekanbaru telah menekan eksistensi Kampung Melayu. Dalam perencanaan kota yang didasarkan pada model pembangunan modern, kampung-kampung tradisional sering diabaikan, mengakibatkan kehilangan eksistensi fisik dan non-fisik. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengimplementasikan Kampung Melayu sebagai kampung kota berkelanjutan dengan memanfaatkan pendekatan Asian New Urbanism. Penelitian ini menggunakan pendekatan Asian New Urbanism untuk mengkaji dan mewujudkan Kampung Melayu sebagai kampung kota berkelanjutan. Analisis fishbone digunakan untuk mengidentifikasi sebab-akibat permasalahan, sementara analisis scoring dari data kuesioner mengevaluasi tingkat keberlanjutan berdasarkan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampung Melayu memiliki tingkat keberlanjutan yang cukup baik, terutama dalam aspek ekonomi dan lingkungan. Modernisasi telah membawa perubahan signifikan dalam arsitektur dan budaya, tetapi tradisi gotong royong dan kegiatan sosial masih dijaga. Meskipun demikian, identitas budaya di Kampung Melayu mengalami penurunan karena pengaruh modernisasi, meskipun beberapa tradisi masih dipertahankan. Kata Kunci: , Kampung Kota, Kampung Kota Berkelanjutan
No other version available