Text
Analisis Citraan Dalam Buku Kumpulan Puisi Melodi Hujan Tiris Puisi-Puisi Cinta Karya Marhalim Zaini
Penelitian ini dilatar belakangi oleh bahasa yang merupakan medium utama penyampaian gagasan, ide, perasaan, jiwa dan pengalaman penyair dalam sebuah karya sastra. Buku kumpulan puisi Melodi Hujan Tiris Puisi-Puisi Cinta karya Marhalim Zaini membawa ke dalam imajinasi yang merangsang panca indera manusia dan menggambarkan kisah cinta, gejolak dan proses percintaan penyair. Stilistika menerangkan hubungan bahasa dengan fungsi keindahan dan sebagai cara mengungkapkan pikiran, jiwa, kepribadian penyair dan ciri khasnya. Untuk membuat pembaca memperoleh gambaran konkret tentang hal yang ingin disampaikan penyair di dalam puisinya. Penelitian ini menggunakan teori yang dikemukakan oleh Hasanuddin WS (2012:94). Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana citraan yang terdapat dalam buku kumpulan puisi Melodi Hujan Tiris Puisi-Puisi Cinta karya Marhalim Zaini. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui, menganalisis dan menginterpretasikan data citraan dalam puisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian perpustakaan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan menggunakan teknik pengumpulan data dengan teknik hermeneutik. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi dan teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian dalam citraan yang terdapat dalam buku kumpulan puisi Melodi Hujan Tiris Puisi-Puisi Cinta karya Marhalim Zaini ini menemukan citraan penglihatan yaitu 123 data, citraan pendengaran 29 data, citraan penciuman 11 data, citraan pencecapan 2 data, citraan rabaan 22 data dan citraan gerak 79 data. Kesimpulan penelitian ini ialah citraan penglihatan, citraan pendengaran, citraan penciuman, citraan pencecapan, citraan rabaan dan citraan gerak dalam puisi tersebut mampu menggambarkan serta merasakan sesuatu di dalam puisi yang membuat pembaca dapat menggambarkan dari perspektif penyair, pikiran, perasaan, penggambaran keadaan penyair dan menimbulkan suasana serta ekspresi. Pembaca dapat menghayati, menimbulkan daya bayang, meningkatkan imajinasi pembaca dan melatih kepekaan dalam puisi tersebut.
No other version available