Text
Analisis Inlet Header Pressure dan Ukuran Flowline untuk optimasi Laju Alir dari Wellead Hingga Ke Gathering Station pada Sumur Gas Atc-15 di Lapangan ds
Laju alir fluida dari waktu ke waktu pasti akan menurun akibat menurunnya tekanan dari reservoir. Tekanan reservoir mempunyai peranan aktif untuk mendorong fluida termasuk condensate gas dari reservoir ke permukaan. Hal ini juga mempengaruhi aliran gas di permukaan untuk tersalur ke GS, beberapa faktor yang mempengaruhi di antaranya adanya back pressure, pressure drop ataupun adanya hidrat di sepanjang pipa serta fasilitas permukaan yang semakin tua. Perubahan tekanan terhadap jarak sangat mempengaruhi laju alir, semakin besar perubahan tekanan terhadap jarak maka laju alir juga semakin besar. Penurunan tekanan di sepanjang flowline dan header mengakibatkan laju alir gas yang terdapat pada GS ikut menurun. Oleh karenanya dilakuan analisis hubungan antara IHP (Inlet Header Pressure) dan ukuran flowline terhadap laju alir gas dari wellhead ke gathering station pada sumur ATC-15 lapangan DS menggunakan Software pipesim. IHP merupakan tekanan yang berada di manifold sebelum gas memasuki gas plant atau GS. Besarnya perubahan IHP mempengaruhi besarnya perubahan wellhead pressure (WHP) yang mana hal tersebut akan berpengaruh terhadap laju alir gas di permukaan. Untuk mengoptimasi laju alir maka akan dilakukan 4 skenario dengan variasi inlet head pressure (305 psig, 150 psig, 100 psig, dan 50 psig) dan ukuran flowline yang berbeda (20 inchi, 18 inchi, 12 inchi, dan 8 inchi). Lalu untuk perkiraan drop pressure pada pipa horizontal akan di kalkulasi menggunakan metode Beggs and Brill pada software pipesim.
No other version available