Text
Studi Laboratorium Pengaruh Penambahan Natrium Sulfit pada Pati Jagung (Amylum Maydis)Sebagai Bahan Alternatif Polimer untuk Metode Produksi Minyak Tahap Tersier
Ada 3 tahapan produksi minyak, primary recovery (tahapan awal), secondary recovery (tahapan kedua), tertiary recovery (tahapan lanjutan). Penggunaan metode EOR untuk meningkatkan produksi pada tahap tertiary dilakukan dengan cara mobilisasi sisa minyak yang terperangkap karena tidak bisa diperoleh dengan cara secondary recovery (water flooding). Salah satu metode dalam tahapan EOR ini adalah Polymer Flooding. Pada penelitian ini membahas polimer berbasis alam (biopolimer) yang mana bahan alternatif polimernya menggunakan pati jagung. Pemilihan konsentrasi polimer yang digunakan pada penelitian ini adalah 1000 ppm, 2000 ppm, dan 3000 ppm, dengan menggunakan salinitas brine sebesar 5000 ppm, 15.000 ppm dan 30.000 ppm dengan temperature suhu 70?, 80? dan 90? serta penambahan natrium sulfit dengan konsentrasi 0,1%. Metodologi penelitian yang digunakan pada penelitian ini berupa Experimental Research. Prosedur yang dilakukan pada penelitian ini yaitu Uji Kompatibilitas, Pengukuran Densitas, Penentuan Viskositas, Uji Shear Rate, dan Uji Thermal yang diuji dalam rentang waktu 0, 3 dan 7 hari untuk melihat kemampuannya mempertahankan viskositasnya. Uji viskositas polimer pati jagung memberikan hasil tertinggi pada konsentrasi polimer 3000 ppm, salinitas 5000 ppm dan suhu 70? sebesar 2,270 cP, terendah pada konsentrasi polimer 1000 ppm, salinitas 30.000 ppm dan suhu 90? sebesar 0,803 cP. Sedangkan pada polimer dengan penambahan natrium sulfit 0,1% memberikan hasil tertinggi pada konsentrasi polimer 3000 ppm, salinitas 5000 ppm dan suhu 70? sebesar 1,943 cP, terendah pada konsentrasi polimer 1000 ppm, salinitas 30.000 ppm dan suhu 90? sebesar 0,690 cP. Trend uji viskositas dan densitas pada kedua polimer menghasilkan viskositas dan densitas yang semakin tinggi dengan meningkatnya konsentrasi polimer, namun turun seiring dengan meningkatnya salinitas brine dan temperature uji yang digunakan. Uji shear rate menunjukkan bahwa polimer dengan penambahan natrium sulfit tidak merubah sifat fluida non-newtonian pada polimer pati jagung. Serta uji thermal dengan temperature 90? menunjukkan penurunan viskositas dari hari ke 0 menuju hari ke 3 dan hari ke 3 menuju hari ke 7, masing masing untuk polimer pati jagung 23,9% dan 28,2% sedangkan polimer pati jagung dengan penambahan natrium sulfit 18,9% dan 8,5%. Sehingga penambahan natrium sulfit akan mempertahankan performa polimer pati jagung pada lapangan bertemperature tinggi.
No other version available