Text
Uji Ketahanan (Durability) pada Alat Penyaring Filter Karbon Aktif Ampas Tebu DAN Walnut Shell pada Pengelolaan Air Terproduksi Sederhana
Air yang terproduksi ini dapat memiliki kandungan material organik dan anorganik yang berasal dari sumur itu sendiri seperti kandungan minyak & lemak (oil & grease) dan senyawa fenol yang merupakan senyawa kimia yang beracun. Sifat senyawa kimia yang beracun ini akan berpotensi untuk mencemari lingkungan jika tidak dilakukan tindakan pengolahan air terproduksi dengan baik Metode yang efektif untuk diterapkan dalam proses pengolahan limbah dari air terproduksi ini adalah metode filtrasi. Filtrasi adalah proses pengolahan air secara fisik dengan tujuan untuk menghilangkan partikel terdispersi dalam air. Metode ini dilakukan dengan cara melewatkan air tersebut melalui media berpori dengan ketebalan dan diameter matriks dari media berpori tersebut. Dalam praktiknya, beberapa material media berpori yang dapat digunakan dalam kegiatan filtrasi antara lain adalah pasir ziolit dan pasir kerikil, kulit kacang (nutshell), dan karbon aktif. Dalam proses filtrasi ini terjadi proses pemisahan antara fasa padatan dari larutan untuk menyisihkan partikel-partikel tersuspensi yang berukuran sangat halus, dimana larutan tersebut dilewatkan melalui suatu media berpori atau materi berpori. Proses ini digunakan pada instalasi pengolahan air minum untuk memperoleh kualitas air yang baik. Banyak bahan yang dapat dijadikan sebagai media filtrasi beberapa diantaranya adalah Karbon aktif dan Ampas tebu. Karbon aktif yang digunakan pada media berpori adalah karbon yang telah melalui proses aktivasi sehingga memiliki pori yang lebih luas, dan mampu meningkatkan daya absorpsinya. Pemilihan karbon aktif sebagai media utama dalam proses filtrasi berdasarkan pada sifat kimia dan fisika yang mampu menyerap zat organik maupun anorganik. Ampas tebu (sugarcane bagasse) mengandung selulosa yang terdiri dari gugus aktif karboksil dan lignin yang mana gugus ini tersusun dari gugus fenolat. Komposisi kimia ampas tebu terdiri dari adanya selulosa 37,65%, lignin 22,09%, pentosan 27,97%, Silika (SiO2) 3,01%, abu 3,82%, sari 1,81%, serta kelembaban / material lainnya 3,65%. Penelitian ini menguji mengenai ketahanan media filtrasi 15cm walnut shell dan 15cm ampas tebu setelah dilakukan proses filtrasi pada air terproduksi sebara berulang-ulang hingga media filtrasi tidak berfungsi secara efektik, Air terproduksi diperoleh dari lapangan X Mahato, Patapahan dengan kadar minyak dan lemak 35.48 mg/L, Fenol 15.21 mg/L dan kadar pH 7,4 Setelah dilakukan pengujian diperoleh ketahanan media filter dapat berfungsi secara efektif pada penyaringan ke-9 (P9) dengan kadar minyak dan lemak 9,67 mg/L, Fenol 1,92 dan pH 5,9
No other version available