Text
Analisis Penambahan Sarat Kulit Bambu Terhadap Kuat Tekan dan Kuat Tarik Boleh Beton
Mekanisme kerja serat dalam memperbaiki sifat beton yaitu dengan cara mendekatkan jarak antar serat dalam campuran beton akan membuat beton lebih mampu membatasi ukuran retak dan mencegah berkembangnya retak. Kerja serat akan lebih efektif bila di letakkan berjajar dan seragam, tidak tumpang tindih. penggunaan serat bambu bertujuan untuk mendapatkan kuat tekan beton yang tinggi, bambu yang digunakan yaitu jenis bambu petung. Dari permasalahan diatas maka perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui perbandingan nilai kuat tekan beton dan kuat tarik belah beton dengan penambahan serat bambu, apakah serat bambu mampu membantu meningkatkan nilai kuat tekan beton dan tarik belah beton pada rencana mutu fc 20 mpa. Dan berapakah variasi serat yang optimal dalam penggantian sebagian semen. Penggunaan serat bambu di harapkan mampu menggantikan sebagian semen pada campuran beton yang direncanakan. Metode eksperimen pada penelitian ini dilakukan dengan cara proporsi campuran 1 : 2 : 3 dengan fas 0,5. Pambuatan sampel pengujian kuat tekan dan kuat tarik belah beton mengacu pada SNI 7656-2012 tentang tata cara pemilihan campuran beton normal. Campuran beton akan ditambahkan serat bambudengan variasi 0,15, 0,35, dan 0,55 di hitung dari banyaknya semen yang digunakan dalam campuran beton. Untuk melihat apakah serat bambu mampu berpengaruh dalam uji kuat beton maka dilaksanakan uji kuat tekan dan kuat tarik beton. Berdasarkan penelitian kuat tekan dan kuat tarik belah beton di dapat hasil nilai kuat tekan dan nilai kuat tarik beton dengan penambahan serat bambu berdasarkan jumlah total berat semen mengalami kenaikan dari beton normal. Kenaikan kuat tekan beton pada variasi 0,15 sebesar 34,2%, variasi 0,35 sebesar 22,5% dan variasi 0,55 sebesar 3,12%. dari nilai kuat tekan beton normal rata – rata dengan nilai sebesar 20,38 MPa pada penambahan serat bambu variasi 0,15 sebesar 27,36 Mpa, variasi 0,35 sebesar 24,98 MPa, dan variasi 0,55 sebesar 21,03 MPa. Untuk kuat tarik belah beton mengalami kenaikan serat bambu pada variasi 0,15 sebesar 80% variasi 0,35 sebesar 60%, variasi 0,55 sebesar 56% dari nilai kuat tarik belah beton normal sebesar 0,25 MPa. Pada serat bambu rata rata nilai kuat tarik belah beton pada variasi 0,15 sebesar 0,45 Mpa, 0,35 sebesar 0,40 MPa dan 0,55 sebesar 0,39 MPa. Dari hasil diatas maka dapat di simpulkan bahwa Penambahan serat bambu mampu meningkatkan nilai kuat tekan dan kuat tarik pada mutu fc’ 20
No other version available