Text
Analisis Kuat Dukung Tiang Pancang Beton pada Peningkatan Kapasitas sTRUKTURjALAN sp.Beringin-Maredan sp.Buatan STA 41+774(220 METER) Kabupaten Siak
Pondasi merupakan elemen struktur yang berfungsi untuk memindahkan beban bangunan ke lapisan tanah di bawahnya, tanpa adanya resiko kelongsoran geser, atau terjadinya penurunan yang melampaui batas penurunan yang diijinkan. Tanah merupakan pondasi pendukung bangunan, atau bahan konstruksi dari bangunan itu sendiri. Salah satu proyek Jalan Sp. Beringin – maredan – Sp. Buatan yang menggunakan salah satu jenis perkerasan jalan yaitu perkerasan kaku, yang di dukung dengan perkuatan slab on ground dengan di dukung oleh pondasi tiang pancang beton. Dalam proyek jalan sp. Beringin – maredan – sp. Buatan yang mengalami stetlement atau amblas yang disebabkan oleh beban kendaraan yang melebihi batas perencanaan, sehingga dalam proyek tersebut menggunakan pondasi tiang pancang spun pile berukuran diameter 30 cm sebagai pondasi yang akan memikul beban berupa plat slab on ground dengan ketebalan plat sebesar 30 cm. Dalam Penelitian ini, dengan menggunkan metode statis dengan formula Meyerhoff (1956) dan metode dinamis dengan formula Hilley (1930) diperoleh data dari lapangan berupa data N-SPT dan data kalendring. Hasil perhitungan kuat dukung ultimate dengan menggunakan dua metode yaitu metode statis dengan formula Mayerhoff 1956 dengan data tanah SPT (Standart Penetration Test) diperoleh hasil kuat dukung dengan kedalaman minimum 22 meter sebesar Qu = 169,99 ton dan pada kedalaman maksimum 24 meter sebesar Qu = 424,98 ton. Sedangkan dari perhitungan dengan metode dinamis dengan formula Hilley 1930 menggunakan data kalendring pada tiang pancang dengan hasil minimum pada tiang no 108 dengan kedalaman 21 meter sebesar Qu = 73,79 ton dan pada tiang maksimum no 98 dengan kedalaman 23 meter sebesar Qu = 56,54 ton. Dapat dilihat dari kedua metode diatas dari hasil data SPT diperoleh dua jenis tanah yang pada kedalaman dari permukaan tanah sampai kedalamn 18 meter ialah lempung kaku, pasir berlanau, pasir halus sedangkan dari kedalaman 19 meter sampai 24 meter ialah pasir halus lanau. Sehingga perhitungan kuat dukung ultimate (Qu) yang lebih berpengaruh ialah perhitungan dari metode statis dengan formula Mayerhoff.
No other version available