Text
Analisa Pengaruh Jenis Coolant Dan Variasi Jenis Kipas Terhadap Efektivitas Sistem Pendingin Pada Mesin Diesel Isuzu Panther
Dalam dunia otomotif, kemajuan teknologi terus dilakukan setiap harinya. Kebanyakan orang memiliki kendaraan roda dua atau roda empat. Saat Anda menggunakan mobil, bahan bakar terbakar di dalam silinder dan panas dihasilkan di mesin. Jika tidak didinginkan dengan benar, panas ini akan mengubah sifat mekanik dan bentuk bagian-bagian mesin. Mengubah karakteristik atau bagian komponen mesin akan menyebabkan kegagalan komponen dan memperpendek masa pakai mesin. Temperatur mesin harus bisa distabilkan dengan sistem pendingin dalam menghasilkan kinerja mesin yang optimal. Sistem pendinginan pada kendaraan ada 2 jenis, sistem pendinginan air (water cooling system) dan sistem pendinginan udara (air cooling system). Sistem pendiginan air pada umumnya bertujuan untuk menyerap sebagian panas mesin yang ditimbulkan oleh proses pembakaran di dalam silinder. Secara prinsip dapat dikatakan bahwa sistem ini bekerja berdasarkan konveksi paksa, karena fluidanya bersirkulasi secara terus-menerus (continuous) dalam menyerap panas mesin. Kalau sistem pendinginan udara, proses perambatannya dilakukan dengan menggunakan siripsirip (fins) yang berfungsi untuk menambah luas perpindahan panasnya. Panas tersebut diserap oleh udara luar yang bersirkulasi dengan temperature yang lebih rendah dari temperatur sirip pendingin. Pendinginan udara seperti ini, sering dijumpai pada sepeda motor atau mesin-mesin yang berkapasitas kecil. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan mengenai Pengaruh Jenis Coolant Dan Variasi Jenis Kipas Terhadap Efektivitas Sistem Pendingin Pada Mesin Diesel Isuzu Panther, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut Penggunaan jenis coolant dan variasi jumlah bilah kipas yang berbeda memiliki pengaruh terhadap efektivitas sistem pendingin. Dimana mesin yang menggunakan coolant yang titik didihnya lebih tinggi dan jumlah bilah kipas yang lebih banyak memiliki hasil yang lebih baik. Efektivitas radiator yang terbaik terdapat pada penggunaan coolant C dengan titik didih 126 dan kipas dengan 8 jumlah bilah. Dimana nilai laju perpindahan panas fluida radiator tertingginya sebesar 17247,75 W, koefisien perpindahan panas menyeluruh tertinggi sebesar 1413,93 W/m2 . , laju perpindahan panas maximum fluida radiator tertinggi sebesar 154036,84 W, dan efektivitas radiator tertingginya sebesar 0,546.
No other version available