Text
Karateristik Uji Marshall Campuran AC-bc yang Menggunakan Aspal Modifikasi Karet Alam dan Agregat Quary Suban Batas Jambi
Banyaknya kendaraan berat yang melintasi jalur darat di Indonesia membuat jalan-jalan berlubang dan rusak. Selain itu, harga pasaran karet lokal mengalami penurunan. Oleh karena itu, penggunaan karet alam dimodifikasi menjadi aspal modifikasi karet alam yang diharapkan dapat menaikkan harga pasaran karet alam dan dapat memperbaiki komposisi aspal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui campuran bahan yang akan dipakai pada campuran AC-BC, sehingga dapat mengetahui karakteristik Marshall aspal modifikasi karet alam dengan beberapa variasi perendaman benda uji. Metode penelitian yang dipakai yaitu berjenis eksperimental yang akan dilaksanakan di laboratorium Talang Jerinjing. Dengan variasi kadar aspal modifikasi karet alam 5,4% ; 5,5% ; 5,6% ; 5,8% dan 6%. Dengan proporsi campuran agregat kasar 24%, agregat medium 46% dan abu batu 30% yang berasal dari Quarry daerah Desa Taman Raja, kec. Batang Asam, kab. Tanjung Jabung Barat, provinsi Jambi, akan dicampur aspal modifikasi karet alam yang diproduksi dari PT. Bumi Mulia Perkasa dengan aspal pen 60/70 ditambah dengan kadar karet 7%. Sampel benda uji dibuat sebanyak 60 buah benda uji. Hasil pengujian menunjukkan bahwa adanya penambahan variasi kadar aspal modifikasi karet alam dan lama durasi perendaman sangat mempengaruhi karakteristik marshall. Oleh karena itu, perendaman terbaik yang memenuhi 5 parameter marshall terdapat pada rendaman 30 menit dan 60 menit. Sedangkan perendaman 12 jam dan 24 jam ada beberapa variasi kadar aspal modifikasi karet alam yang stabilitas, VIM dan flow tidak memenuhi karakteristik marshall.
No other version available