Text
Analisis Pengaruh Penambahan Serbuk Arang Tempurung Kelapa Dan Limbah Karbit Terhadap Sifat Fisis Dan Sifat Mekanis Tanah Lempung
Tanah merupakan material yang tersusun dari agregat (butiran) mineral-mineral padat yang tidak tersementasi (terikat secara kimia) satu sama lain dan dari bahan-bahan organik yang telah melapuk (berpatikel padat) disertai dengan zat cair dan gas yang mengisi ruang-ruang kosong di antara partikel padat tersebut. Tanah Lempung yang digunakan diambil di daerah kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau dikarenakan didaerah tersebut akan dijadikan pusat pembangunan maka penulis mencoba melakukan stabilisasi tanah lempung. Stabilisasi tanah dapat dilakukan dengan beberapa metode, salah satunya adalah stabilisasi mekanis dengan cara pengaturan gradasi butiran tanah kemudian dilakukan proses pemadatan atau dengan cara menambahkan bahan tambah tertentu agar tanah memenuhi persyaratan konstruksi bangunan. Pada penelitian ini stabilisasi tanah dilakukan dengan menambahkan bahan campuran serbuk arang tempurung kelapa dan limbah karbit. Hasil pengujian dari kadar air diperoleh kadar air rata-rata sebesar 10,34%, pengujian berat jenis tanah diperoleh berat jenis rata-rata 2,60%, pengujian batas cair diperoleh 40,54%, pengujian batas plastis diperoleh kadar air rata-rata 18,91%. Hasil pengujian dan analisis saringan, dengan menggunakan sistem klasifikasi AASHTO, tanah yang digunakan dalam penelitian ini termasuk dalam kelompok A-6 dengan jenis tanah lempung dengan sifat sedang sampai buruk. Sementara itu, berdasarkan sistem klasifikasi tanah menggunakan metode USCS, tanah yang digunakan pada penelitian ini termasuk dalam golongan tanah OL dengan jenis tanah bersifat lanau organik dan lempung berlanau organik dengan plastisitas rendah (IP 21,63%). Pengujian CBR pemeraman 0 hari, nilai CBR tanah asli adalah 5,58%, pemeraman 7 hari didapat nilai CBR tanah asli 9,21%, sedangkan pada perendaman 4 hari didapat nilai CBR tanah asli 2,34%. Hasil penelitian CBR dengan penambahan serbuk arang tempurung kelapa dan limbah karbit kecenderungannya naik. Nilai CBR maksimum pemeraman 31,39%, terjadi pada pengujian tanah + 5%limbah Karbit yang diperam selama 7 hari. Pada kondisi perendaman 4 hari CBR maksimum sebesar 30,14% terjadi pada pengujian Tanah Asli + 5% Limbah karbit direndam selama 4 hari.
No other version available