Text
Menentukasn Pengaruh Ion ASP pada Reservoir Salintas Rendah dengan Variasi Parameter Injeksi di Lapangan sj Batupasir
Mekanisme injeksi ASP didasarkan pada pengurangan Interfacial Tension (IFT) antara cairan dan mengubah wettability batuan menuju keadaan yang lebih water wet. Metode ASP melibatkan injeksi larutan surfactant, alkali, dan polymer dengan minyak sedangkan polymer akan meningkatkan sweep efficiency. Banyak parameter yang dapat mempengaruhi proses chemical EOR. Namun parameter yang paling penting adalah suhu, salinitas air formasi, jenis sandstone, viskositas minyak, dan permeabilitas formasi. evektifitas low salinity pada formasi sandstone sangat berdampak signifikan dalam perolehan peningkatan produksi minyak, namun sebaliknya penggunaan low salinity terrhadap formasi karbonat tidak bisa meningkatkan produksivitas terhadap formasi karbonat dikarenakan kandungan clay pada formasi karbonat lebih sedikit daripada formasi sandstone. Pada penelitian ini, penulis ingin melakukan studi simulasi dan monitoring analisa untuk menentukan pengaruh ion ASP pada reservior salinitas rendah dengan variasi parameter injeksi dilapangan batu pasir dengan menggunakan skenario parameter tersebut sebanyak 36 kali. Untuk kondisi sumur yang akan di uji ialah tertiary recovery, dimana minyak sudah sulit untuk di produksi maka harus dilakukan metode Enhanced Oil Recovery (EOR) yang menggunakan bahan kimia seperti Alkali, Surfactant, Polymer. Dimana komponen kimia tersebut akan di injeksikan secara bersamaan (continue). Adapun komponen fluida yang digunakan ialah Natrium Carbonate sebagai Alkali, Alkylbenzene Sulfonate (ABS) sebagai Surfactant, Hydrolized Polyacrylamide (HPAM) sebagai Polymer. Hasil yang optimum didapatkan pada skenario 20, dimana nilai recovery factor sebesar 72,120 %
No other version available