Text
Pemodelan Persimpangan Tak Bersinyal Menggunakan Alat Bantu Software Ptv Vissim Di Kota Pekanbaru (studi Kasus: Persimpangan Jl. Sm. Amin–jl. Naga Sakti)
Provinsi Riau merupakan salah satu Provinsi yang jumlah pertumbuhan kendaraannya sangat cepat dari tahun ke tahun. maka hal ini dapat mengakibatkan kapasitas ruang jalan di Kota Pekanbaru akan semakin mengecil, karena terjadinya ketidakseimbangan pertumbuhan jumlah kendaraan dengan pertumbuhan ruas jalan yang ada di Kota Pekanbaru. Hal itu tentunya bisa menjadi salah satu faktor pemicu terjadi kepadatan kendaraan lalu lintas pada saat kondisi jam puncak berlangsung, terutama pada persimpangan yang letaknya di dekat area pusat Kota Pekanbaru, pusat perbelanjaan, pusat keramaian seperti area taman kota dan tempat untuk melakukan aktivitas-aktivitas lainnya.Tentunya hal ini perlu dilakukan pemodelan lalu lintas kendaraan untuk melihat kondisi pola pergerakan kendaraan saat kondisi jam puncak pada area persimpangan tersebut. Penelitian ini akan menggunakan alat bantu software PTV Vissim. Software PTV Vissim berfungsi untuk melihat pola pergerakan kendaraan lalu lintas dan kinerja simpang pada persimpangan Jl. SM. Amin–Jl. Naga Sakti saat kondisi eksisting atau simpang tak bersinyal. Software PTV Vissim akan mempermudah dalam melakukan pemodelan persimpangan karena software PTV Vissim ini bisa menampilkan kondisi dilapangan dalam bentuk 2D dan 3D. Hasil pemodelan persimpangan Jl. SM. Amin-Jl. Naga Sakti menggunakan data volume jam puncak pada saat hari Weekend dan Weekdays dengan parameter default Vissim, menghasilkan pemodelan yang belum valid, sehingga harus dilakukan proses kalibrasi dan validasi kembali, agar hasil pemodelan dapat bersifat valid. Parameter kalibrasi yang digunakan dalam pemodelan persimpangan Jl. SM. Amin-Jl. Naga Sakti menggunakan 11 parameter kalibrasi dan dilakukan 10 kali running setiap parameternya. Dari 11 parameter kalibrasi yang digunakan, pemodelan sudah dinyatakan valid pada parameter kalibrasi 10 yang dilakukan menggunakan uji validasi GEH dan MAPE. Setelah pemodelan bersifat valid, maka hasil pemodelan persimpangan Jl. SM. Amin-Jl. Naga Sakti pada saat kondisi eksisting (persimpangan tak bersinyal) dengan software PTV Vissim V 20 menggunakan data volume kendaraan jam puncak yang terjadi pada saat hari Weekdays pukul 07.00-08.00 WIB menghasilkan kinerja persimpangan dengan tingkat pelayanan simpang berada dalam kategori D yakni nilai tundaan kendaraan 26.06 detik, sedangkan hasil pemodelan persimpangan Jl. SM. Amin-Jl. Naga Sakti saat diubah menjadi persimpangan bersinyal dengan menggunakan sistem LTOR (langsung belok kiri) dengan optimasi waktu sinyal 90 detik menghasilkan kinerja persimpangan dengan tingkat pelayanan simpang berada dalam kategori C yakni nilai tundaan kendaraan 24.78 detik.
No other version available