Text
Studi Perbandingan Keefektifan Biopolomer Terhadap Kenaikan Recovery Factor Menggunakan Simulasi CMG
Injeksi polimer adalah salah satu metode EOR yang dapat dilakukan untuk meningkatkan penyapuan minyak. Pada penelitian ini dilakukan injeksi biopolimer dengan 3 fluida injeksi yang berbeda, yaitu Xanthan gum (XG), Pati Biji Durian (PBD) dan Okra. Analisis dilakukan untuk melihat pengaruh dari pengaplikasian biopolimer terhadap kenaikan recovery factor setelah proses injeksi air (waterflood). Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu simulasi dengan software CMG (Computer Modeling Grup). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa saat proses waterflooding menghasilkan recovery factor sebesar 62.21%. Sedangkan pada saat injeksi polimer dilakukan menunjukkan hasil recovery factor yang lebih tinggi dari waterflood. Pada penelitian ini, injeksi polimer dilakukan dengan konsentrasi yang berbeda yaitu 1000 ppm dan 2000 ppm. Pada konsentrasi 1000 ppm mendapatkan hasil recovery factor sebesar 68.48% (biopolimer XG), 68.00% (biopolimer PBD) dan 69.07% (biopolimer okra). Sedangkan pada konsentrasi 2000 ppm mendapatkan hasil recovery factor sebesar 69.15% (biopolimer XG), 68.51% (biopolimer PBD) dan 69.83% (biopolimer okra). Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa konsentrasi dapat mempengaruhi recovery factor. Semakin tinggi konsentrasi maka semakin tinggi recovery factor yang didapatkan, hal ini dikarenakan meningkatnya viskositas. Berdasarkan penelitian ini, jenis biopolimer yang bagus atau efektif digunakan dalam meningkatkan recovery factor pada lapangan ini yaitu pada konsentrasi 1000 ppm terdapat di skenario 5 biopolimer okra sebesar 6.87% dan konsentrasi 2000 ppm terdapat pada skenario 6 biopolimer okra sebesar 7.62%. Dalam hal ini terbukti bahwa injeksi biopolimer dapat meningkatkan recovery factor sebesar 6-7%.
No other version available