Text
Perbandingan Radial Reguler Grid dan Radial Normal Grid Modeling pada ASP Flooding di Reservoir Karbonat Menggunakan Simulator CMG Gem 2020
Alkali-Surfaktan-Polimer (ASP) merupakan metode yang menjanjikan untuk meningkatkan Enhanced Oil Recovery (EOR) sejak tahun 1990. Metode ASP didasarkan pada mekanisme penurunan Interfacial Tension (IFT) pada fluida minyak dan air, serta mengubah keterbasahan ke keadaan basah air. ASP melibatkan injeksi larutan surfaktan, alkali dan polimer ke dalam reservoir. surfaktan dan alkali membentuk emulsi dengan minyak, sedangkan polimer meningkatkan efisiensi sapuan. Tingkat pemulihan ASP bisa mencapai 45%. Oleh karena itu, dilakukan studi banding terhadap model grid dalam simulasi reservoir menggunakan CMG-GEM 2020 untuk melihat profil dan mengetahui kinerja masing-masing model dalam memperoleh produksi minyak kumulatif. Penelitian ini dimulai dengan pemodelan reservoir karbonat dan fluida injeksi, antara lain alkilbenzena sulfonat (ABS) untuk surfaktan, natrium karbonat (Na2CO3) untuk alkali, poliakrilamida terhidrolisis (HPAM) untuk polimer. Hasil percobaan ini menunjukkan bahwa pengaruh jumlah sumur injeksi, jenis grid yang di gunakan dan konsentrasi alkali sangat berpengaruh dalam meningkatkan nilai kumulatif produksi minyak. Terlihat dari skenario RR 4 WI yang paling tinggi meningkatkan nilai kumulatif produksi minyaknya seperti terlihat pada Gambar 4.3 yang menunjukkan bahwa dengan konsentrasi alkali 0,5 wt%, surfaktan 0,27wt% dan polimer 0,135wt% memberikan hasil kumulatif minyak lebih besar yaitu sekitar 293537,875 bbl dibandingkan skenario lainnya.
No other version available