Text
Analisa Perbandingan Kuat Dukung Tiang Pancang Tunggal Metode Statik Berdasarkan Data cpt dengan Hasil Uji PDA Pada Gedung Kampus Plita Indonesia di Pekanbaru
Pada tahap awal pembangunan sebuah gedung, pondasi merupakan salah satu pekerjaan awal yang akan dilakukan di lapangan. Pondasi sebagai dasar bangunan haruslah kuat dan kokoh. Untuk menentukan kuat dukung pondasi tiang pancang tunggal, dapat digunakan metode statik berdasarkan data CPT serta didukung dengan pengujian tiang pancang metode dinamik yaitu PDA sebagai pengkaliberasi dari hasil analisis metode statik tersebut agar lebih terpercaya. Dalam pembangunan kampus Pelita Indonesia di Pekanbaru, salah satu gedung yang akan dibangun yaitu gedung rektorat, yang menggunakan pondasi sepun pile dengan data pengujian tanah yang dilakukan yaitu CPT (sondir) dan data pengujian tiang pancang dinamik yakni PDA. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui jenis-jenis tanah pada setiap lapisan, dari data CPT menggunakan metode Robertson dan Campanella (1986). Mendapatkan hasil analisis kuat dukung ultimit (Qu) tiang pancang tunggal metode statik dari data CPT menggunakan formula Schmertmann & Nottingham (1975), Meyerhof (1983), dan Wesley (2012). Mengetahui rasio kuat dukung ultimit (Qu) metode statik terhadap hasil uji PDA. Dalam penelitian ini, titik pengujian CPT dan PDA pada gedung rektorat yang akan dianalisis diambil pada jarak titik pengujian yang terdekat, yaitu pada titik CPT S1 dan PDA AS-7D. Berdasarkan data CPT S1 dengan menggunakan metode Robertson dan Campanella (1986) didapat jenis lapisan tanah yang dominan lempung dengan persentase sebesar 68%. Dari analisis kuat dukung ultimit (Qu) metode statik berdasarkan fs pendekatan dan fs data CPT S1, formula Wesly (2012) memberikan nilai kuat dukung ultimit lebih besar, sedangkan formula Schmertmann & Nottingham (1975) memberikan nilai kuat dukung ultimit yang paling kecil dari metode statik lainnya. Dari nilai rasio yang diperoleh, hasil analisis kuat dukung ultimit (Qu) metode statik berdasarkan fs pendekatan dan fs data CPT S1 dengan menggunakan formula Schmertmann & Nottingham (1975), Meyerhof (1983), serta Wesley (2012) nilainnya lebih besar yaitu lebih dari 1 kali nilai kuat dukung ultimit hasil uji PDA AS-7D.
No other version available