ETD - UIR

Electronic Thesis and Dissertation

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
    Member Login Online Registration
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject NPM Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Analisa Putusan Hakim Nomor 432/pdt.g/2023/pa. Pbr dalam Perkara Cerai Gugat Komulasi Hadhonah di Pengadilan Agama Kota Pekanbaru
Bookmark Share

Text

Analisa Putusan Hakim Nomor 432/pdt.g/2023/pa. Pbr dalam Perkara Cerai Gugat Komulasi Hadhonah di Pengadilan Agama Kota Pekanbaru

Fauziah Jasman - Personal Name; Anton Afrizal Candra - Personal Name;

Pada Pasal 105 KHI dalam hal perceraian, pemeliharaan pada anak yang belum termasuk mumayyiz atau yang belum berumur 12 tahun adalah hak milik ibu kandungnya. Pemeliharaan pada anak yang sudah terrmasuk mumayyiz akan diserahkan kepada anak tersebut untuk memilih diantaranya ayahnya ataupun ibunya untuk pemegang hak atas pemeliharaananaknya. Terkait pembiayaan pemeliharaan anak tersebut itu ditanggung sepenuhnya oleh ayah kandung dari anak tersebut Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana pengaturan hukum tentang perceraian Kumulasi Hadhonah . Bagaimana pertimbangan hakim dalam putusan nomor 432/PDT.G/2023/PA.PBR dalam perkara perceraian kumulasi hadhonah. Jenis penelitian ini termasuk kedalam metode penelitian Hukum Normatif yaitu suatu penelitian hukum yang berkaitan dengan pemberlakuan undang undang secara normatif dalam setiap kehidupan masyarakat Hasil Dari Penelitian penjelasan terkait tentang hadhonah tersebut didapat sebuah analisa bahwa hadhonah itu hanya berlaku untuk anak yang masih dalam pengawasan yaitu anak di bawah 12 tahun. Sementara anak diatas 12 tahun sudah bisa memilih sendiri mau tinggal bersama ibu atau ayahnya. Dalam ketentuan hadhonah anak dibawah usia 7 tahun memang harus dibawah pengawasan ibunya sedangkan anak yang diatas tujuh tahun dapat diperjuangkan oleh ayahnya. Sedangkan batas penerima atauhak hadhonah pada ibu ialah samp ai ia menikah lagi setelah ia menikah maka hak hadhonah tersebut sudah tidak berlaku dan ayahnya bisa mengambil hak asuh anak tersebut. Pada kasus perkara hadhonah ini tidak sebanyak kasus perceraian yang masuk kepengadilan agama saya punya data dari tahun 2018 hingga tahun 2021 hanya sebanyak 70 kasus yang rata rata gugatan hadhonah ini dimohonkan oleh ibu ibu dan pada kasus ini rata rata dikabulkan atau berakhir dengan perdamaian antara mantan suami dan istri tersebut.


Availability
#
Ilmu Hukum (Fakultas Hukum) Hukum 347.03 Fau a
242332
Available
Detail Information
Call Number
Hukum 347.03 Fau a
Language
Indonesia
NPM
201010063
Publisher
Ilmu Hukum : Universitas Islam Riau., 2024
Keyword(s)
Pengadilan
Perkawinan, Perceraian, Hadhonah , Pengadilan Agam
Other Information
Petugas
kanti
Other version/related

No other version available

File Attachment
  • Please login to see this attachment
Comments

You must be logged in to post a comment

ETD - UIR
  • Information
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search
Where do you want to share?