Text
Studi Pemanfaatan Limbah Styrofoam Sebagai Lost Circulation Material(Lcm) dan Pengaruhya terhadap Rheologi Lumpur
Dalam kegiatan pemboran, lumpur pemboran merupakan salah satu parameter penting yang dapat berpengaruh terhadap suatu keberhasilan kegiatan pemboran. Permasalahan pada tidak efisiensinya pengangkatan cutting dan hilangnya fluida lumpur kedalam formasi merupakan hal yang penting untuk dievaluasi dalam meningkatkan efesiensi pembersihan lubang sumur, sehingga sifat rheology fluida pemboran harus sering dipantau selama proses pemboran berlangsung untuk menghindari permasalahan yang berhubungan dengan perubahan sifat fisik. Salah satu masalah mendasar pada lumpur pemboran ini tentu saja kekurangan yang dapat dicirikan sebagai kekurangan sebagian atau seluruh cairan pemboran yang masuk ke dalam pengembangan selama sistem penetrasi. Untuk menghindari terjadi nya kick ataupun lost circulation maka perlu ditambahkan dengan bahan tambahan untuk memperoleh kualitas lumpur sesuai kebutuhan. Pada penelitian ini digunakan serbuk limbah Styrofoam sebagai bahan tambahan yang dicampurkan kedalam lumpur pemboran guna untuk mengetahui bagaimana pengaruhnya terhadap sifat rheology lumpur pemboran. Hasil yang dilakukan menunjukkan perubahan nilai pada sifat rheology lumpur seperti, plastic viscosity, yield point dan gel strength dengan nilai yang sesuai dengan spesifikasi pada penambahan konsentrasi 1 gr. 1,5 gr, dan 2 gr, 2,5 serbuk limbah Styrofoam. Oleh karena itu dalam penentuan sifat rheology lumpur pemboran ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan serbuk limbah Styrofoam pada lumpur pemboran dapat digunakan sebagai pengganti additif barit berdasarkan dari hasil yang diperoleh telah memenuhi spesifikasi.
No other version available