Text
Pengaruh Rendaman Air Sungai Siak terhadap Kuat Tekan Beton Pulih Mandiri Menggunakan Bakteri Ekstrak Limbah Sayur
Beton pulih mandiri atau SHC adalah beton yang dapat melakukan perbaikan secara mandiri pada retakan beton dan diharapkan dapat mengisi pori pori pada beton dengan produksi mineral CaCO3 yang diakibatkan oleh aktivitas mikroorganisme didalam beton, Mikroorganisme tersebut di hasilkan dari proses ektrasi yang dilakukan pada limbah sayur (vege grout) apa bila ekstrak limbah sayur ini (vege grout) dicampurkan dengan urea dan CaCl akan menghasilkan kalsium karbonat CaCO3. Benda uji beton sebanyak 27 sampel, dimana ukuran cetakan beton adalah 15cm x 15cm x 15cm berjumlah 3 benda uji setiap variasi. 0% berjumlah 3 sample, Pengadukan pertama dengan variasi 3%, 5%, 7%, 9% berjumlah 12 sampel menggantikan berat semen untuk di uji menggunakan mesin kuat tekan beton pada umur perawatan 28 hari. pengadukan kedua dengan variasi 3%, 5%, 7%, 9% berjumlah 12 sample menggantikan berat semen untuk diretakkan menggunakan palu setelah umur perawatan 28 hari, setelah itu sampel yang diretakkan dilakukan pemulihan selama 28 hari, kemudian sample di uji tekan. Untuk perendaman menggunakan air sungai Siak. Pengaruh penambahan ekstrak limbah sayur mengalami kenaikan dibanding beton normal yang nilainya 31,54 MPa, dengan nilai kuat tekan beton varian bakteri 3% yaitu 32,88 MPa, varian 5% 32,56 MPa, varian 7% 32,5 MPa, dan mengalami penuruan pada varian bakteri 9% dengan nilai kuat tekan 30,51 MPa. Pada perendaman air sungai niali kuat tekan mengalami penurunan terhadap perlakuan normal, lalu semakin menurun setelah beton diretakkan dan dirawat 28 hari. Hasil dari proses beton Pulih Mandiri tiap variasi 3%, 5%, 7%, 9% mengalami perubahan pada retakannya semakin menutup walaupun tidak menutup secara sempurna. Pengaruh perendaman air sungai terhardap kuat tekan beton dengan penambahan ekstrak limbah sayur mengalami penurunan sekitar 10%.
No other version available