Text
Pengaruh Kecepatan Udara Pada Alat Penukaran Kalor dengan Memanfaatkan Gas Asap Gasifter Terhadap Proses Pengeringan Ikan Patin Tipe Gantung
Pengeringan merupakan salah satu metode pengawetan ikan yang populer di Indonesia dan berperan penting dalam memberikan pendapatan tambahan bagi penduduk pesisir. Ikan patin merupakan salah satu jenis ikan air tawar asli Indonesia, daging ikan patin memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi, rasa yang khas, dan gurih sehingga disukai oleh masyarakat. Pengeringan adalah proses menghilangkan air dari suatu bahan ke tingkat kelembapan yang seimbang dengan udara sekitar dan mampu mencegah terjadinya infeksi jamur. Oleh karena itu diperlukan pengolahan ikan secara cepat, tepat dan benar agar dapat menjaga kualitasnya sebelum dijual, oleh karena itu diperlukan proses konservasi untuk memperpanjang proses dekomposisi. Proses pengeringan menggunakan sistem gasifikasi dapat memberikan kualitas pengeringan yang lebih baik untuk pengawetan ikan, Hal ini dapat dilakukan tidak hanya pada siang hari, tetapi juga pada saat musim hujan atau pada malam hari. Pengujian alat pengering ikan patin menggunakan tiga variasi kecepatan aliran udara pada alat penukar kalor yaitu 5,6 m\s, 6,3 m/s, dan 7,1 m/s. kadar air diuapkan (Mbb) sebesar 71 % dan kadar air tersisa (Mk) sebesar 11,2 %. efesiensi pemanasan tertinggi dengan kecepatan aliran 5,6 m/s dengan efsiensi pemanasan 0,19 %, 6,3 m/s dengan nilai 0,15%, dan 7,1 m/s dengan nilai 0,11% . Alat pengering ikan dengan memanfaatkan gas panas yang dihasilkan gasifikasi ini, dapat mengeringkan ikan sebanyak 30 kg dengan memakan waktu 20 jam. Dari pengujian yang dilakukan, didapatkan efesiensi pemanas yang terbaik terdapat pada kecepatan 5,6 m/s, yakni sebesar 0,19 %.
No other version available