Kecemasan menghadapi pernikahan pada wanita dewasa awal mejadi fenomena yang semakin banyak ditemukan seiring meningkatnya tekanan sosial, ketakutan terhadap komitmen, serta pengalaman keluarga yang kurang mendukung, khususnya ketiadaan peran ayah dalam kehidupan anak perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ketiadaan peran ayah dengan kecemasan menghadapi pernikahan…
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN PERNIKAHAN PADA GENERASI Z SEPPIONA PUJA NPM. 228110095 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS ISLAM RIAU ABSTRAK Dalam satu dekade terakhir terdapat penurunsn angka pernikahan yang terjadi terutama dikalangan generasi Z. Hal ini tidak terlepas dari adanya faktor yang membuat indivu memutuskan untuk menunda atau tidak memprioritaskan pernikah…
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna pernikahan pada dewasa awal yang memiliki latar belakang perceraian orang tua. Pengalaman perceraian orang tua dapat mempengaruhi cara individu memaknai pernikahan, komitmen, serta kesiapan dalam membangun kehidupan berkeluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Partisipan penelitian berjumblah tiga …
Pada era digitalisasi saat ini, banyak dari generasi z yang menunda untuk memulai pernikahan. Salah satu faktor terbesarnya dikarenakan marak pemberitaan buruk mengenai pernikahan yang mereka lihat di media sosial.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapat gambaran mengenai kesiapan menikah pada generasi z. Metode yang digunakan adalah kualitatif, dengan desain kualitatif deskriptif. Part…
Pasangan dual career sering menghadapi berbagai tuntutan pekerjaan dan tanggung jawab rumah tangga yang dapat mempengaruhi kualitas hubungan pernikahan. Kondisi tersebut dapat menimbukan konflik peran, stress, serta menurunnya kepuasan pernikahan apabila pasangan tidak memperoleh dukungan yang memadai dari keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga den…
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan kesiapan menikah pada wanita usia dewasa awal di Kota Pekanbaru. Kesiapan menikah merupakan kesiapan individu dalam menghadapi kehidupan pernikahan yang meliputi kesiapan psikologis, moral, finansial, dan kesiapan karena pengaruh orang lain. Dukungan sosial orang tua menjadi salah satu faktor penting yang…
Meningkatnya angka permohonan dispensasi perkawinan di seluruh peradilan Agama dan Mahkamah Syariáh seluruh Indonesia dipicu dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas UndangUndang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang disahkan pada tanggal 15 Oktober 2019. Undang-Undang ini memberi warna baru terhadap pengaturan tentang batas usia perkawinan di Indonesia. Ya…
Guru wanita yang telah menikah memiliki peran ganda sebagai pendidik dan istri sehingga dituntut memiliki kematangan emosi untuk menjaga keharmonisan kehidupan pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dengan kepuasan pernikahan pada guru wanita Sekolah Menengah Atas (SMA) yang telah menikah di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan ku…
Perkawinan merupakan institusi yang diatur secara tegas dalam hukum nasional Indonesia dengan tujuan mewujudkan keluarga yang bahagia, sejahtera, dan berkeadilan. Namun dalam praktiknya, masih banyak terjadi perkawinan anak di bawah umur, terutama yang disebabkan oleh kehamilan di luar nikah. Fenomena ini tidak hanya bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan yang …
Hukum di Indonesia berlandaskan Undang-Undang Dasar 1945 yang menganut sistem hukum campuran meliputi hukum perdata, hukum adat, dan hukum Islam dalam mengatur kehidupan bermasyarakat termasuk aspek perkawinan. Salah satu syarat pentingnya adalah batas usia minimal 19 tahun bagi calon mempelai sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 guna menjamin kesiapan fisik, mental, dan so…