Pemboran merupakan kegiatan dalam mencari hidrokarbon baik berupa gas, dan minyak. Lumpur pemboran merupakan faktor yang sangat penting dalam operasi pemboran. Dalam lumpur pemboran sifat fisik seperti densitas memiliki peran penting karena mempengaruhi kemampuan lumpur untuk mengendalikan tekanan formasi bawah permukaan. Dengan densitas yang tepat, bertujuan untuk menghasilkan tekanan hidrosta…
Dalam meningkatkan kebutuhan produktivitas minyak, diperlukan langkah dan perencanaan yang tepat dalam mencapai kebutuhan tersebut dengan cara penambahan sumur. Lapangan C merupakan salah satu lapangan yang perlu ditingkatkan produktivitas hidrokarbonnya dimana kondisi reservoir lapangan C memiliki karakteristik kualitas reservoir rendah sehingga salah satu cara yang akan di gunakan untuk menin…
Lost circulation merupakan masalah yang signifikan dalam operasi pemboran dan tercatat lebih dari 2 miliar USD dikeluarkan oleh perusahaan untuk mengatasi masalah ini. Pengeluaran biaya yang tidak terkontrol dapat berdampak besar pada efisiensi atau nilai kelayakan suatu proyek karena memiliki potensi kerugian. Evaluasi dan analisa dari berbagai data terkait dengan lost circulation dilakuka…
Pemboran sumur P56 Lapangan X bertujuan menambah titik serap hidrokarbon di lapisan reservoir dari batugamping Layer-L pada Eq. Formasi Cibulakan Atas (CBA). Sumur dibor berarah dengan target pada masing-masing kedalaman TVD, yaitu 1363.01 m, 1502.29 m, 2065.48 m, 2323.62 m. Pada saat operasi pemboran, terjadi permasalahan pipestuck pada kedalaman 1725 MD formasi yang ditembus terdapat batua…
Penggunaan lumpur di dalam industri migas merupakan salah satu bagian yang terpenting dari sistem pemboran, karena lumpur pemboran harus diberi perhatian khusus guna untuk melancarkan suatu proses pemboran. Polimer sintetis Xhantan Gum dan Pati Singkong (Manihot Esculenta) dengan konsentrasi masing-masing 1 gr, 1.5 gr dan 2 gr tidak berpengaruh terhadap rheologi lumpur pemboran ini dikarenakan …
Proses pembersihan lubang bor merupakan salah satu aspek krusial dalam operasi pemboran minyak dan gas bumi. Efektivitas pengangkutan cutting sangat dipengaruhi oleh sifat rheologi lumpur pemboran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan aditif Kalium Klorida (KCl) dan Kalsium Karbonat (CaCO3) terhadap sifat fisik dan rheologi lumpur berbasis air (Water Based Mud/WBM), s…
Faktor terpenting dalam suatu operasi pemboran adalah lumpur pemboran. Permasalahan yang sering kali muncul dalam operasi pemboran adalah pada saat pengsirkulasian lumpur pemboran. Pada saat proses sirkulasi, terdapat beberapa permasalahan, salah satunya : Lost circulation. Untuk menanggulangi permasalahan ini, maka perlu diberikan lost circulation material pada lumpur yang akan disirkulasikan …
UJI PENGARUH PENAMBAHAN NANOSILIKA PADA LUMPUR WATER BASE MUD TERHADAP RHEOLOGY DAN FILTRATION LOSS LUMPUR PEMBORAN ERIKSON NPM : 193210707 ABSTRAK Kunci keberhasilan penyelesaian operasi pemboran terletak pada lumpur pemboran yang dipilih dan dirancang dengan baik. Karakteristik lumpur pemboran khususnya sifat rheology, harus selalu dikontrol agar dapat berhasil melaksanakan tugasnya. Nanopart…
Penyemenan memiliki peran krusial sebagai pelindung casing dari berbagai masalah serta berfungsi mengisolasi hidrokarbon yang terdapat di lapisan zona produktif. Kegagalan dalam penyemenan dapat berakibat pada kerugian signifikan, baik dari segi material, biaya, maupun waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kualitas kombinasi arang aktif tempurung kelapa dan dolomit terhadap filtration l…
Untuk menyokong casing dan rangkaian peralatan yang berada di permukaan lainnya serta menahan tekanan formasi maka nilai free water, compressive strength dan shear bond strength semen yang dihasilkan pada proses penyemenan harus sesuai dengan standard API. Free water merupakan jumlah air bebas yang terpisah dari suspensi semen. Silika oksida dapat mempercepat nilai thickening time, dapat mengur…