Dalam dunia bisnis migas di Indonesia ini ada berbagai macam upaya untuk meningkatkan produksi dari sumur tua baik itu Secondary Recovery maupun Tertiary Recovery. Di Sumur RS#28 dan sumur NK#13 pada lapangan GK merupakan sumur yang berlokasi di Central Sumatera Basin dan memiliki cadangan migas yang komersial untuk dikelola. Sumur RS#28 ini merupakan sumur dengan jenis minyak light oil dengan …
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas dari dua metode, ASP (Alkaline Surfactant Polymer) dan Hybrid ASP, dalam mengatasi hambatan pengikatan dan pengendapan pada formasi sandstone dan meningkatkan produktivitas sumur bor. Pertumbuhan industri minyak dan gas bumi membutuhkan teknologi inovatif untuk memenuhi kebutuhan energi dunia, dan produktivitas sumur bor sangat dipengaruh…
Enhanced Oil Recovery (EOR) merupakan metode recovery setelah dilakukannya primary dan secondary recovery untuk meningkatkan recovery factor (RF) dan menghambat penurunan produksi secara drastis. Salah satu metode EOR yang efektif untuk digunakan adalah Chemical EOR yaitu, ASP (Alkaline, Surfaktan, Polymer) injection. Metode ini telah diterapkan pada penelitianpenelitian sebelumnya. Sinergi met…
Injeksi polimer adalah salah satu metode EOR yang dapat dilakukan untuk meningkatkan penyapuan minyak. Pada penelitian ini dilakukan injeksi biopolimer dengan 3 fluida injeksi yang berbeda, yaitu Xanthan gum (XG), Pati Biji Durian (PBD) dan Okra. Analisis dilakukan untuk melihat pengaruh dari pengaplikasian biopolimer terhadap kenaikan recovery factor setelah proses injeksi air (waterflood)…
Alkali-Surfaktan-Polimer (ASP) merupakan metode yang menjanjikan untuk meningkatkan Enhanced Oil Recovery (EOR) sejak tahun 1990. Metode ASP didasarkan pada mekanisme penurunan Interfacial Tension (IFT) pada fluida minyak dan air, serta mengubah keterbasahan ke keadaan basah air. ASP melibatkan injeksi larutan surfaktan, alkali dan polimer ke dalam reservoir. surfaktan dan alkali membentuk emul…
Salah satu teknik EOR yang saat ini dikembangkan dengan pemanfaatan mikroorganisme dalam proses produksi minyak, adalah Microbial Enhanced Oil Recovery (MEOR). MEOR merupakan teknologi yang memanfaatkan aktivitas mikroba untuk meningkatkan perolehan minyak dalam suatu reservoir melalui injeksi mikroba ke dalam formasi tersebut. Salah satu mikroorganisme yang sering digunakan dalam MEOR adalah B…
Penelitian ini berfokus pada penerapan metode Thermal Enhanced Oil Recovery (Thermal EOR), yaitu Steam Assisted Gravity Drainage (SAGD), untuk menganalisis pengaruh operational parameter terhadap produktivitas reservoir selama periode 10 tahun. Studi dilakukan pada lapangan X, sebuah reservoir sandstone homogen dengan kandungan bitumen sebesar 53%, viskositas tinggi hingga 330 cP, dan nilai API…
Salah satu metode EOR adalah penginjeksian menggunakan microorganisme bakteri yang dikenal sebagai MEOR (Microbial Enhanced Oil Recovery). Microbial adalah mikroorganisme yang mampu biosurfaktan yang dapat mengurangi tegangan antar muka, sehingga dapat meningkatkan perolehan minyak. Salah satu mikroorganisme yang bisa digunakan dalam MEOR adalah Bakteri Bacillus Sp yang mampu menghasilkan enzim…
Metode exponential smoothing merupakan salah satu teknik peramalan yang paling banyak digunakan di luar industri migas. Formulasi metode ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1950 melalui karya Brown (1959). Metode DES digunakan untuk memperhitungkan data dengan tren, sementara DCA memodelkan penurunan produksi berdasarkan pola tertentu, dan OFM membantu dalam analisis yang lebih mendalam m…
Pekerjaaan workover dan well service merupakan suatu pekerjaan rutin perbaikan dan perawatan pada sumur produksi, baik berupa penggantian peralatan lifting minyak hingga merubah parameter reservoir sumur. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki dan mengusahakan sumur agar selalu berproduksi sesuai dengan potensi yang telah ditentukan. Pada sumur FM-1 merupakan salah satu sumur yang masih bisa untuk…