Penurunan produksi minyak di Lapangan X yang memiliki formasi sandstone menjadi tantangan utama dalam upaya meningkatkan efisiensi pemulihan minyak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi surfaktan AOS dan polimer HPAM dalam metode Enhanced Oil Recovery (EOR) terhadap peningkatan faktor pemulihan minyak. Pendekatan yang digunakan adalah simulasi reservoir denga…
Minyak dan gas bumi masih menjadi energi utama di Indonesia, dengan target produksi pemerintah sebesar 1 juta barel per hari pada tahun 2030 namun produksi migas saat ini terus mengalami penurunan. Salah satu metode peningkatan perolehan minyak yang efektif adalah injeksi Alkali-Surfaktan-Polimer (ASP), yang mampu meningkatkan recovery factor hingga 15% – 30%. Keberhasilan ASP flooding sangat…
Sistem pendingin yang umum digunakan pada saat ini adalah menggunakan zat refrigerant atau Freon/CFC (Chlor Fuoro Carbon) yang kurang ramah lingkungan dan juga memakan biaya mahal dalam sistem operasinya. Sebagai upaya memenuhi kebutuhan untuk pendinginan ruangan yang hemat biaya dan ramah lingkungan, maka diperlukan adanya sebuah pendingin alternatif yaitu Heat Recovery Ventilator (HRV) yang m…
Dalam dunia bisnis migas di Indonesia ini ada berbagai macam upaya untuk meningkatkan produksi dari sumur tua baik itu Secondary Recovery maupun Tertiary Recovery. Di Sumur RS#28 dan sumur NK#13 pada lapangan GK merupakan sumur yang berlokasi di Central Sumatera Basin dan memiliki cadangan migas yang komersial untuk dikelola. Sumur RS#28 ini merupakan sumur dengan jenis minyak light oil dengan …
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas dari dua metode, ASP (Alkaline Surfactant Polymer) dan Hybrid ASP, dalam mengatasi hambatan pengikatan dan pengendapan pada formasi sandstone dan meningkatkan produktivitas sumur bor. Pertumbuhan industri minyak dan gas bumi membutuhkan teknologi inovatif untuk memenuhi kebutuhan energi dunia, dan produktivitas sumur bor sangat dipengaruh…
Enhanced Oil Recovery (EOR) merupakan metode recovery setelah dilakukannya primary dan secondary recovery untuk meningkatkan recovery factor (RF) dan menghambat penurunan produksi secara drastis. Salah satu metode EOR yang efektif untuk digunakan adalah Chemical EOR yaitu, ASP (Alkaline, Surfaktan, Polymer) injection. Metode ini telah diterapkan pada penelitianpenelitian sebelumnya. Sinergi met…
Injeksi polimer adalah salah satu metode EOR yang dapat dilakukan untuk meningkatkan penyapuan minyak. Pada penelitian ini dilakukan injeksi biopolimer dengan 3 fluida injeksi yang berbeda, yaitu Xanthan gum (XG), Pati Biji Durian (PBD) dan Okra. Analisis dilakukan untuk melihat pengaruh dari pengaplikasian biopolimer terhadap kenaikan recovery factor setelah proses injeksi air (waterflood)…
Alkali-Surfaktan-Polimer (ASP) merupakan metode yang menjanjikan untuk meningkatkan Enhanced Oil Recovery (EOR) sejak tahun 1990. Metode ASP didasarkan pada mekanisme penurunan Interfacial Tension (IFT) pada fluida minyak dan air, serta mengubah keterbasahan ke keadaan basah air. ASP melibatkan injeksi larutan surfaktan, alkali dan polimer ke dalam reservoir. surfaktan dan alkali membentuk emul…
Salah satu teknik EOR yang saat ini dikembangkan dengan pemanfaatan mikroorganisme dalam proses produksi minyak, adalah Microbial Enhanced Oil Recovery (MEOR). MEOR merupakan teknologi yang memanfaatkan aktivitas mikroba untuk meningkatkan perolehan minyak dalam suatu reservoir melalui injeksi mikroba ke dalam formasi tersebut. Salah satu mikroorganisme yang sering digunakan dalam MEOR adalah B…
Penelitian ini berfokus pada penerapan metode Thermal Enhanced Oil Recovery (Thermal EOR), yaitu Steam Assisted Gravity Drainage (SAGD), untuk menganalisis pengaruh operational parameter terhadap produktivitas reservoir selama periode 10 tahun. Studi dilakukan pada lapangan X, sebuah reservoir sandstone homogen dengan kandungan bitumen sebesar 53%, viskositas tinggi hingga 330 cP, dan nilai API…