Biosurfaktan Metil Ester Sulfonate (MES) dan surfaktan sintetik Alpha Olefin Sulfonate (AOS) akan dibandingkan kinerjanya dalam merubah wettabilitas batuan dari oil wet menjadi water wet. Penggunaan kedua surfaktan ini ditujukan untuk melihat sejauh mana kemampuan biosurfaktan sebagai alternatif surfaktan berbasis petroleum. Variasi salinitas brine 10.000 ppm, 15.000 ppm, dan 20.000 ppm, varias…
Surfaktan merupakan senyawa aktif yang mempunyai struktur amphifilik, yang terdiri dari gugus hidrofilik dan lipofilik yang dapat menurunkan tegangan permukaan antara dua fase yang berbeda, yaitu minyak dan air, sehingga dapat dimanfaatkan dalam proses EOR. Salah satu bahan alam yang dapat digunakan untuk menjadi surfaktan alami (biosurfaktan) adalah daun sengon. Pada daun sengon terdapat suat…
Lapangan L mengalami penurunan produksi hal ini disebabkan kondisi sumur yang sudah tua dan water cut yang tinggi (>90%). Selain itu tipe batuan lapangan L adalah sandstone, reservoir sandstone cenderung oil wet. Salah satu upaya yang akan dilakukan untuk menanggulangi turunnya produksi minyak bumi telah dikembangkan menggunakan teknologi pengurasan tahap lanjut yaitu EOR (Enhanced Oil Recovery…
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh parameter ASP dan Hybrid alkali terhadap recovery factor dan kumulatif produksi pada core. Penelitain ini sebelumnya pernah dilakukan sebelumnya dengan skala lapangan. Sehingga hasil dari penetian ini lebih kompleks. Pembuatan model reservoir dilakukan dengan CMG GEM 2020. Pada penelitian ini di awali dengan melakukan pemodelan pada reservoir s…
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas metode Alkaline Surfactant Polymer (ASP) dan Hybrid ASP (Hybrid Alkaline Surfactant Polymer) menggunakan radial grid normal pada formasi sandstone. Empat skenario berbeda dilakukan untuk membandingkan efektivitas kedua metode dalam meningkatkan perolehan minyak pada formasi sandstone. Dalam penelitian ini, digunakan simulator CMG GEM 2020…