Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi gugus fungsi dan sifat reologi biopolimer eceng gondok (Eichhornia crassipes) sebagai kandidat fluida polymer flooding pada Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR). Pengujian meliputi FTIR, kompatibilitas, viskositas menggunakan Fann VG Meter, dan densitas menggunakan piknometer. Variasi salinitas NaCl adalah 1.000 ppm, 3.000 ppm, 5.000 ppm, 10.000 ppm, …
Lapangan Y merupakan lapangan minyak tua (mature field) di Cekungan Sumatera Tengah yang mengalami penurunan tekanan reservoir dan laju produksi seiring bertambahnya umur produksi, sehingga diterapkan metode waterflooding melalui pola sumur irregular pattern pada sumur injeksi R1, R3, dan R33 untuk mempertahankan tekanan reservoir sekaligus mendorong minyak sisa menuju sumur produksi. Penelitia…
Sebagian besar reservoir minyak masih menyisakan minyak residu setelah tahap produksi primer dan sekunder akibat tingginya interfacial tension (IFT) dan rendahnya efisiensi penyapuan. Salah satu metode Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) yang efektif adalah Alkali-Surfactant-Polymer (ASP) flooding, yang bekerja melalui sinergi alkali, surfaktan, dan polimer untuk menurunkan IFT, meningkatkan …
Penurunan produksi minyak di lapangan tua seringkali terjadi akibat berkurangnya tekanan reservoir alami, yang mengakibatkan terbatasnya perolehan minyak. Untuk mengatasi hal ini, penerapan teknik Enhanced Oil Recovery (EOR) dengan menggunakan injeksi CO? dan Alkaline-Surfactant-Polymer (ASP). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan metode ASP Alternating CO? Flooding pada Lapanga…
Penelitian ini bertujuan mengurangi ketidakpastian kinerja waterflood melalui pendekatan alur kinerja berbasis data yang menggabungkan Capacitance Resistance Model (CRM) dengan Machine Learning. Penggunaan dua variasi CRM yaitu CRM-P (Producer-based) dan CRM-IP (Injector-Producer-based) dalam mengevaluasi konektivitas antar sumur dan time constant pada tiga model reservoir yaitu homogen, hetero…
Setelah penerapan metode produksi primer dan sekunder, lapangan D masih menyisakan minyak dalam jumlah signifikan akibat tingginya viskositas minyak, kondisi batuan yang cenderung oil-wet, serta rasio mobilitas yang tidak menguntungkan (M > 1). Untuk mengatasi kendala tersebut, penelitian ini menerapkan chemical enhanced oil recovery (CEOR) menggunakan kombinasi Alkali–Surfaktan–Polimer, me…
Penurunan produksi minyak di lapangan tua Indonesia masih menjadi tantangan meskipun cadangan minyaknya besar. Salah satu solusi adalah Alkali-Surfactant-Polymer (ASP) flooding, yang mampu meningkatkan perolehan minyak melalui penurunan interfacial tension (IFT), perubahan wettability, dan peningkatan viskositas fluida pendesak. Namun, efektivitasnya sangat dipengaruhi heterogenitas reservoir, …
Minyak dan gas bumi masih menjadi energi utama di Indonesia, dengan target produksi pemerintah sebesar 1 juta barel per hari pada tahun 2030 namun produksi migas saat ini terus mengalami penurunan. Salah satu metode peningkatan perolehan minyak yang efektif adalah injeksi Alkali-Surfaktan-Polimer (ASP), yang mampu meningkatkan recovery factor hingga 15% – 30%. Keberhasilan ASP flooding sangat…
Sumur injeksi X dan sumur injeksi Y merupakan salah satu sumur injeksi waterflood yang dipersirakan mengalami kerusakan yeng mengakibatkan terjadinya penurunana performa laju alir produksi. Untuk mengetahui performa dan permasalahan yang terjadi pada sumur tersebut perlu dilakukan analisis. Asumsi awal terjadi permasalahan pada sumur injeksi X yang diidentifikasikan dengan terjadinya penurunan …
Lapangan X merupakan lapangan migas yang telah berproduksi selama puluhan tahun dan telah mencapai tahap secondary recovery yaitu waterflood dalam upaya untuk meningkatkan dan mempertahankan laju produksi dengan memiliki masing - masing pola injeksi yaitu inverted 3 – spot dan inverted – 5 spot dikarenakan masing - masing sumur injeksi tersebut memiliki target masing - masing terhadap sumur…