Penurunan produksi minyak di lapangan tua seringkali terjadi akibat berkurangnya tekanan reservoir alami, yang mengakibatkan terbatasnya perolehan minyak. Untuk mengatasi hal ini, penerapan teknik Enhanced Oil Recovery (EOR) dengan menggunakan injeksi CO? dan Alkaline-Surfactant-Polymer (ASP). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan metode ASP Alternating CO? Flooding pada Lapanga…
Cemical Enhanced Oil Recovery(CEOR) merupakan metode peningkatan perolehan minyak yang memanfaatkan bahan kimia untuk memperbaiki sifat fluida pendesak melalui peningkatan viskositas air injeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan viskositas air akibat penambahan biopolimer eceng gondok (Eichhornia crassipes) serta menganalisis pengaruh salinitas dan temperatur terhadap kiner…
Penerapan chemical Enhanced Oil Recovery (EOR), khususnya surfactant flooding, masih terkendala oleh tingginya biaya dan isu keberlanjutan akibat penggunaan surfaktan sintetis berbasis petrokimia. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan surfaktan alternatif dari biomassa terbarukan. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik asam oktil lignosulfonat yang disintesis dari limbah bongkol…
Tahap tertiary recovery merupakan fase akhir produksi minyak yang melibatkan injeksi bahan kimia tambahan ke dalam air injeksi untuk meningkatkan efisiensi perolehan minyak. Berbagai metode Enhanced Oil Recovery (EOR) telah dikembangkan, seperti injeksi gas, termal, dan kimia (alkali, surfaktan, serta polimer). Salah satu inovasi penting adalah injeksi ASP (Alkali–Surfactant–Polymer), yang …
Penurunan produksi minyak di Lapangan X yang memiliki formasi sandstone menjadi tantangan utama dalam upaya meningkatkan efisiensi pemulihan minyak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi surfaktan AOS dan polimer HPAM dalam metode Enhanced Oil Recovery (EOR) terhadap peningkatan faktor pemulihan minyak. Pendekatan yang digunakan adalah simulasi reservoir denga…
Dalam dunia bisnis migas di Indonesia ini ada berbagai macam upaya untuk meningkatkan produksi dari sumur tua baik itu Secondary Recovery maupun Tertiary Recovery. Di Sumur RS#28 dan sumur NK#13 pada lapangan GK merupakan sumur yang berlokasi di Central Sumatera Basin dan memiliki cadangan migas yang komersial untuk dikelola. Sumur RS#28 ini merupakan sumur dengan jenis minyak light oil dengan …
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas dari dua metode, ASP (Alkaline Surfactant Polymer) dan Hybrid ASP, dalam mengatasi hambatan pengikatan dan pengendapan pada formasi sandstone dan meningkatkan produktivitas sumur bor. Pertumbuhan industri minyak dan gas bumi membutuhkan teknologi inovatif untuk memenuhi kebutuhan energi dunia, dan produktivitas sumur bor sangat dipengaruh…
Enhanced Oil Recovery (EOR) merupakan metode recovery setelah dilakukannya primary dan secondary recovery untuk meningkatkan recovery factor (RF) dan menghambat penurunan produksi secara drastis. Salah satu metode EOR yang efektif untuk digunakan adalah Chemical EOR yaitu, ASP (Alkaline, Surfaktan, Polymer) injection. Metode ini telah diterapkan pada penelitianpenelitian sebelumnya. Sinergi met…
Alkali-Surfaktan-Polimer (ASP) merupakan metode yang menjanjikan untuk meningkatkan Enhanced Oil Recovery (EOR) sejak tahun 1990. Metode ASP didasarkan pada mekanisme penurunan Interfacial Tension (IFT) pada fluida minyak dan air, serta mengubah keterbasahan ke keadaan basah air. ASP melibatkan injeksi larutan surfaktan, alkali dan polimer ke dalam reservoir. surfaktan dan alkali membentuk emul…
Lapangan X memiliki sejarah panjang, dimulai pada tahun 1977, dan telah memberikan kontribusi yang besar di Wilayah Kerja Rokan, dengan total Original Oil in Place (OOIP) 21.42 MMSTB Dalam fase primer, lapangan X telah memproduksi minyak sekitar 5.66 MMSTB dengan nilai Recovery factor sebesar 26% menggunakan mekanisme pendorong natural flow dan dibantu artificial lift. Dalam penelitian ini, met…