Shale gas memiliki permeabilitas < 0,1 mD dan porositas berkisar 2% - 8% untuk memproduksi gas agar naik ke surface melalui pekerjaan hydraulic fracturing dan horizontal drilling. Geomekanika merupakan salah satu bagian penting yang mempengaruhi keberhasilan hydraulic fracturing job. Teknologi pada fracking menjadikan geomekanika faktor yang jelas dalam memprediksi keberhasilan atau kegagal…
Hydraulic fracturing dilakukan pada unconvensional reservoir yaitu shale gas reservoir, yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti porositas dan permeabilitas yang rendah, bertujuan untuk menentukan parameter fluida yang sangat berpengaruh dalam keberhasilan hydraulic fracturing, dan menentukan ratio optimum menggunakan random forest algorithm. Parameter yang diuji pada penelitian ini dian…
Shale gas merupakan batuan shale memiliki permeabilitas yang rendah sehingga membutuhkan cara yang tepat untuk mengeksplorasinya. Hydraulic fracturing salah satu cara yang digunakan untuk meningkatkan produktivitas sumur dengan menginjeksikan fluida pada rekahan dengan tekanan yang tinggi. Analisa regresi linier salah satu metode statistika yang digunakan untuk membentuk hubungan antara satu va…
Dalam upaya memenuhi kebutuhan energi khususnya minyak dan gas, produksi oil and gas dari reservoir konventional tidak saja cukup, melainkan dibutuhkannya support dari produksi unconventional reservoir. Salah satu produk dari unconventional reservoir yakni natural gas. Adapun fokus dari penelitian yakni tentang shale gas, shale gas merupakan jenis natural gas yang dihasilkan dari shale gas rese…
Penelitian ini dilakukan untuk melihat peningkatan perolehan gas dengan menggunakan metode multi stage hydraulic fracturing pada shale reservoir. Metode multi stage hydraulic fracturing bertujuan untuk meningkatkan jumlah produksi dengan membuat celah/rekahan yang pada formasi dengan permeabilitas dan porositas yang sangat rendah pada shale gas reservoir. Salah satu hal penting dalam membua…