Flexing di media sosial sering direduksi sebagai perilaku narsistik dan konsumtif, sehingga mengabaikan kompleksitas komunikatif, kultural, dan etisnya. Kajian sebelumnya didominasi pendekatan psikologis dan konsumerisme, sementara analisis sebagai praktik komunikatif yang bergantung pada konteks etika, budaya, dan agama masih terbatas. Penelitian ini merekonstruksi makna flexing melalui integr…