ix ANALISIS PERBANDINGAN PENGGUNAAN MATERIAL DARI QUARRY BANGKINANG DENGAN PANGKALAN TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPHALT CONCRETE WEARING COURSE (AC – WC) ABSTRAK Penggunaan Agregat untuk aspal harus memenuhi syarat abrasi agregat untuk aspal beton (AC-WC) adalah maksimum 40% setelah diperiksa dengan mesin Los Angeles pada 500 putaran. Umumnya Asphalt Mixing Plant (AMP) yang berada diseki…
Penelitian ini mengkaji pengaruh variasi temperatur terhadap kualitas campuran aspal panas (Hot Mix Asphalt) mulai dari proses pencampuran di Asphalt Mixing Plant (AMP), transportasi menuju lokasi proyek, hingga tahap pemadatan di lapangan. Latar belakang penelitian didasarkan pada pentingnya pengendalian suhu campuran aspal agar kualitas perkerasan jalan sesuai spesifikasi teknis Bina Marga 20…
Perkembangan perancangan lapis perkerasan jalan telah terlihat dengan adanya perkerasan semi lentur (Semi Flexible Pavement) yang memadukan perkerasan lentur dan perkerasan kaku. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penambahan mortar pada karakteristik aspal beton porus terhadap campuran semi flexible pavement. Perkerasan semi lentur (Semi Flexible Pavement) a…
Jembatan mempunyai arti yang sangat penting dalam sistem transportasi yang secara langsung akan menentukan arah gerak barang dan jasa. Waktu pelaksanaan jembatan akan berpengaruh terhadap bantangnya. Dalam peroses pekerjaan jembatan, ada waktu yang perlu kita perhatikan dalam pekerjaan erection girder. Perakitan girder yang akan digunakan pada suatu proyek harus dianalisis untuk optimalisasi wa…
Evaluasi Kapasitas Jalan terhadap Alinyemen Horisontal dengan studi kasus pada jalan Gajah Mada South Links Batam pada jalan baru di 02+990 - STA 03+990 Ilham NPM. 233121001 Abstrak Pada perencanaan pembangunan ruas jalan, umumnya direncanakan pembangunan secara bertahap mengacu kepada ruas jalan antara persimpangan ke persimpangan, sehingga ada kecendrungan untuk mengabaikan permasalahan persi…
Kajian Permasalahan Kerusakan Jalan Pada Pelaksanaan Pekerjaan Jalan Rigid (Studi Kasus Ruas Jalan Ketam Putih – Sekodi, Kecamatan Bengkalis) ABSTRAK Peningkatan jalan rigid ketam putih – sekodi dalam kajian ini, ditemukan hasil pekerjaan beton mengalami ketidaksesuaian, mengalami penurunan kapasitas mutu lebih awal, jauh sebelum umur rencana dicapai, faktor yang menjadi penyebabnya diantar…
Penggunaan material daur ulang dalam pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung tercapainya konsep pembangunan berkelanjutan. Salah satu material yang memiliki potensi besar adalah crumb rubber, yaitu serbuk karet hasil daur ulang ban bekas yang dimanfaatkan sebagai bahan modifikasi pada campuran aspal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kadar aspa…
Kerusakan dini pada perkerasan jalan di Indonesia disebabkan oleh genangan air (terutama air gambut dan air laut) yang mempercepat disintegrasi lapisan aspal, serta proses penuaan campuran aspal selama produksi dan pelayanan. Kombinasi kedua faktor ini menurunkan durabilitas jalan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh proses penuaan akibat rendaman air gambut dan air laut terhad…
Pembangunan jalan yang melintasi kawasan hutan berpotensi menimbulkan fragmentasi habitat, mengganggu pergerakan satwa, serta menurunkan kualitas ekosistem. Jalan Lingkar Barat Duri yang melalui Hutan Talang, di mana sebagian besar arealnya termasuk dalam Suaka Margasatwa Balairaja, dibangun untuk mengurai kemacetan, mengurangi angka kecelakaan pada jalur lalu lintas utama Kota Duri serta menin…
Hal yang mendasari penelitian ini adalah pentingnya pemanfaatan material lokal untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang efisien dan berkualitas, mengingat agregat halus (pasir) merupakan komponen utama dalam campuran beton yang sangat mempengaruhi mutu dan kekuatannya sedangkan tujuan dari penelitian adalah untuk melakukan analisa pengaruh propertis dan jenis pasir dari tiga wilayah ya…