Beton merupakan material konstruksi yang membutuhkan kuat tekan sesuai mutu rencana serta workability yang baik. Salah satu upaya meningkatkan kinerja beton adalah penggunaan Ganamix F sebagai bahan tambah kimia tipe F (superplasticizer). Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan Ganamix F sebesar 0%, 1,5%, dan 2% dari berat semen terhadap kuat tekan beton mutu fc’ 30 MPa. Penel…
Pembangunan jalan di Indonesia membutuhkan material yang kuat dan tahan lama, salah satunya aspal beton jenis Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) yang berfungsi sebagai lapisan permukaan jalan. Kualitas aspal beton dapat menurun akibat pengaruh suhu tinggi dan beban kendaraan berat sehingga diperlukan modifikasi campuran untuk meningkatkan daya tahannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk m…
Stabilisasi tanah adalah proses untuk memperbaiki tanah dasar dengan menambahkan material lain atau secara mekanis untuk memenuhi persyaratan kekuatan dan durability tanah untuk pekerjaan jalan, (PUPR, 2010). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sifat fisik tanah asli, nilai kepadatan tanah setelah distabilisasi, nilai UCS tanah setelah distabilisasi, dan pengaruh rendaman terhadap nilai…
Perkembangan infrastruktur dan kawasan hunian di berbagai wilayah dengan topografi berbukit sering kali dihadapkan pada kendala ketidakstabilan lereng dan erosi permukaan. Wilayah yang memiliki kontur tanah curam dan berbahaya sangat rentan terhadap pengikisan akibat curah hujan tahunan yang tinggi serta aktivitas pematangan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan dimensi optimal str…
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan zat aditif tipe F (Ganamix F) terhadap kuat lentur beton dengan mutu rencana fc’ 30 MPa. Variasi penambahan zat aditif yang digunakan adalah 0%, 0,75%, 1,5%, dan 2% dari berat semen. Selain itu, dilakukan pengurangan kadar air sebesar 15% untuk melihat pengaruhnya terhadap workability dan kuat lentur beton. Pengujian yang dilakuk…
Tanah lempung memiliki sifat begitu keras dalam kondisi kering dan akan bersifat plastis pada kondisi kadar air sedang, namun saat kadar air tinggi, tanah lempung bersifat lengket (kohesif) dan begitu lunak, sehingga volumenya mengalami perubahan yang besar karena pengaruh air tersebut dan hal ini membuat tanah mengalami pengembangan dan penyusutan dalam waktu yang relatif cepat. Penelitian ini…
Asphalt Concrete–Wearing Course (AC-WC) merupakan lapisan aus pada perkerasan lentur yang secara langsung menerima beban lalu lintas dan pengaruh lingkungan. Kinerja lapisan ini sangat dipengaruhi oleh kualitas campuran aspal, khususnya suhu pencampuran dan jenis filler yang digunakan. Suhu pencampuran yang tidak sesuai dapat menyebabkan viskositas aspal tidak optimal sehingga berdampak pada …
Tanah merupakan komponen paling penting dalam pekerjaan konstruksi. Tanah lempung merupakan salah satu jenis tanah yang sering dijumpai dalam proyek konstruksi, namun memiliki karakteristik yang kurang menguntungkan seperti daya dukung rendah, sifat mengembang dan menyusut yang tinggi, serta stabilitas yang buruk ketika terkena air. Hal ini menyebabkan tanah lempung seringkali tidak memenuhi pe…
Pemanfaatan limbah abu serbuk kayu sebagai filler alternatif pada campuran Asphalt Concrete– Wearing Course (AC-WC) masih memerlukan kajian lebih lanjut, khususnya terkait kadar optimum yang mampu menghasilkan performa Marshall terbaik. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh variasi kadar filler abu serbuk kayu terhadap parameter Marshall serta menentukan kadar filler optimum ya…
Filler merupakan bahan pengisi pada pembuatan campuran aspal dan harus lolos pada saringan No. 200 dan tidak kurang dari 75% dari beratnya. Disamping ukurannya yang harus relatif halus, bahan pengisi (filler) harus memiliki sifat-sifat tertentu seperti bersifat sementasi jika terkena air dan memiliki daya rekat yang tinggi dengan agregat lainnya. Karet alam merupakan polimer jenis elastomer den…