Art Original
Agribisnis Padi Sawah Di Desa Seberang Pebenaan Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau
ABSTRAK Lina (194210069). Agribisnis Padi Sawah di Desa Seberang Pebenaan Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau. Dibawah bimbingan Ibu Assoc. Prof. Dr. Ir. Hj. Septina Elida, M.Si. Perkembangan agribisnis di Indonesia dalam proses pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat memiliki peran yang sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis 1. Karakteristik petani padi sawah, pelaku agroindustri dan pedagang, 2. Subsistem penyediaan sarana produksi padi sawah, 3. Subsistem usahatani padi sawah, 4. Subsistem agroindustri, 5. Subsistem pemasaran padi sawah dan 6. Subsistem penunjang usahatani padi sawah di Desa Seberang Pebenaan. Penelitian dilakukan mulai bulan Desember 2023 sampai bulan Mei 2024. Responden dalam penelitian ini terdiri dari 31 petani padi sawah, 1 pengusaha rice milling dan 1 pedagang beras. Hasil penelitian menunjukkan 1.Umur rata-rata petani padi sawah 41 tahun, lama pendidikan 6 tahun (SD), jumlah tanggungan keluarga sebanyak 3 jiwa dan pengalaman berusahatani padi sawah 20 tahun. Umur pelaku agroindustri 47 tahun, lama pendidikan 12 tahun (SMA), lama usaha 13 tahun dan jumlah tanggungan keluarga 4 jiwa. Umur pedagang 29 tahun, lama pendidikan 16 tahun (S1), lama usaha 5 tahun dan jumlah tanggungan keluarga 3 jiwa. 2. Subsistem penyediaan sarana produksi usahatani padi sawah untuk benih, pestisida dan peralatan dari segi harga yang belum tepat, pupuk dari segi jumlah dan harga belum tepat selebihnya petani mengatakan tepat. 3. Subsistem usahatani padi sawah luas lahan petani rata-rata 1,20 Ha, penggunaan benih per hektare per musim tanam sebanyak 58,50 Kg. Pupuk Urea sebanyak 86,56 Kg, pupuk Phonska sebanyak 20,70 Kg. Pestisida Ruso sebanyak 9,73 L, Prima Kuat sebanyak 7,95 L, Darmabas sebanyak 330,4 Ml, DMA sebanyak 695,12 Ml dan Tipos sebanyak 1,86 Bungkus. Penggunaan TKDK per hektare per musim tanam sebanyak 13,6 HOK dan TKLK sebanyak 12,7 HOK. Produksi usahatani padi sawah per hektare per musim tanam sebanyak 5.143 Kg, biaya produksi sebesar Rp 10.698.390, pendapatan kotor sebesar Rp 38.571.340, pendapatan bersih sebesar Rp 27.872.950 dan efisiensi sebesar 3,2%. 4. Subsistem agroindustri usahatani padi sawah harga bahan baku gabah Rp 7.500, beras yang dihasilkan sebanyak 1.360 Kg/Produksi dan nilai tambah sebesar Rp 2.019,67/Kg 5. Subsistem pemasaran usahatani padi sawah pedagang pengecer memasarkan beras dari produsen ke konsumen akhir, biaya pemasaran beras sebesar Rp 250/Kg, margin pemasaran sebesar Rp 1.000/Kg, keuntungan yang diperoleh pedagang sebesar Rp 750/Kg, Farmer’s Share 50% dan efisiensi pemasaran beras 1,66%. 6. Subsistem Penunjang usahatani padi sawah yang mendukung petani dalam melakukan usahatani padi sawah adalah kelompok tani, lembaga penyuluhan dan lembaga pemerintah Kecamatan Keritang
No other version available