Art Original
Analisa Faktor Penyebab Keterlambatan Proyek Dengan Metode Fault Tree Analysis (fta) (studi Kasus Revitalisasi Uppkb Muara Lembu)
Proyek merupakan usaha yang terorganisir untuk mencapai tujuan, sasaran, dengan memanfaatkan anggaran dan sumber daya yang tersedia, dan harus diselesaikan dalam batas waktu yang telah ditetapkan. Pada pelaksanaan proyek sering kali proyek mengalami kendala sehingga menyebabkan keterlambatan. Keterlambatan proyek dapat disebabkan oleh beberapa faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Untuk meminimalisir potensi keterlambatan yang terjadi perlu dilakukan analisa mengenai faktor penyebab keterlambatan sehingga dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk menghindari terjadinya keterlambatan yang menyebabkan kerugian dari segi waktu dan biaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi item pekerjaan yang mengalami keterlambatan, mengidentifikasi faktor penyebab keterlambatan, dan menyusun rating penyebab keterlambatan yang terjadi pada proyek Revitalisasi UPPKB Muara Lembu Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan instrumen kuesioner, untuk mengetahui nilai koefisien setiap item dilakukan uji validitas dan reliabilitas pada item kuesioner dengan bantuan SPSS 23.0, kemudian setiap variabel penyebab keterlambatan digambarkan ke dalam model fault tree analysis. Berdasarkan hasil analisa pada data time schedule, item pekerjaan yang mengalami keterlambatan pada proyek Revitalisasi UPPKB Muara Lembu yaitu pekerjaan bangunan kantor utama, mess petugas, dan pekerjaan pemasangan baja platform dan sensor WIM. Dari hasil penyebaran kuesioner terdapat 32 indikator yang valid yang menjadi faktor penyebab keterlambatan proyek Revitalisasi UPPKB Muara Lembu, dimana 32 indikator tersebut terbagi menjadi 10 faktor penyebab keterlambatan. Berdasarkan hasil perhitungan koefisien korelasi didapat rating setiap faktor penyebab keterlambatan dimana X2 (Faktor Manajerial) menjadi faktor dominan dengan koefisien 0,746, kemudian diurutan kedua X1 (Faktor Situasi) dengan koefisien 0,725, dan diurutan ketiga X6 (Faktor Peralatan) dengan koefisien 0,724. Kata Kunci : Proyek, Keterlambatan, FTA, Rating
No other version available