Art Original
Tingkat Kognitif Taksonomi Bloom Pada Soal Ujian Semester Ganjil Bahasa Indonesia Di Smkn 1 Pekanbaru
Pada abad ke-21 ini siswa tidak hanya dituntut untuk sekedar mengetahui dan mengingat saja, tetapi juga harus bisa memahami, menganalisis, mengevaluasi, serta memberikan penilaian dan keputusan tentang sutu informasi yang didapat maka sekolah perlu menerapkan Taksonomi Bloom dalam pembelajaran terutama dalam pembuatan soal ujian di sekolah demi tercapainya pendidikan abad 21. Teori dalam penelitian ini menggunakan teori Taksonomi Bloom revisi Anderson & Krathwohl. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui muatan tingkat kognitif Taksonomi Bloom pada soal ujian semester ganjil Bahasa Indonesia di SMKN 1 Pekanbaru dengan jumlah sebanyak 50 butir soal. Data dalam penelitian ini ialah soal ujian semester ganjil Bahasa Indonesia SMKN 1 Pekanbaru. Sumber data dalam penelitian ialah berasal dari sekolah SMKN 1 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menerapkan metode analisis isi (Content Analysis) dengan cara mengidentifikasi, mengklasifikasi, kemudian menganalisis dan terakhir menginterpretasikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa persentase kemunculan soal kemampuan berpikir tingkat rendah (Lower Order Thinking Skills) cenderung mendominasi sebanyak 52% dengan soal memahami (C2) lebih dominan 44% dan mengingat (C1) ditemukan 8%. Selanjutnya kemampuan berpikir tingkat sedang (Middle Order Thinking Skills) yakni kemampuan mengaplikasikan (C3) sebanyak 24%. Sedangkan pada kategori soal yang mengembangkan kemampuan ketrampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills) persentase yang didapatkan tergolong rendah sebesar 24%. Bentuk soal kemampuan mengenalisis (C4) ditemukan 18%, kemampuan mengevaluasi (C5) 6% dan tidak ditemukannya soal mencipta (C6) 0%.
No other version available