Text
Pengaruh Semen Pemboran Kelas G dengan Penambahan Additive Carbon Aktif Pelepah Kelapa dan Tongkol Jagung Terhadap Compressive Strategth dan Shear Bond Strength
Proses penyemenan penting dalam operasi pemboran minyak dan gas bumi, Baik atau tidaknya kualitas ikatan semen dapat ditentukan dari nilai compressive strength dan shearbond strength suatu semen. Limbah dari tongkol jagung dan pelepah kelapa cukup banyak, dan baru sedikit dimanfaatkan. Penenelitian ini dilakukan untuk memanfaatkan tongkol jagung dan pelepah kelapa menjadi additive carbon aktif yang dapat diharap meningkatkan dan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap compressive strength dan shear bond strength pada semen pemboran kelas G. Pengujian dilakukan dengan konsentrasi sebesar 0%, 1,5%, 2,%, 3%, dan 3,5% By Weight Of Cement (BWOC), untuk mengetahui pengaruh penambahan additive carbon aktif tongkol jagung dan pelepah kelapa. Setelah suspensi semen selesai dibuat, suspensi semen dituangkan kedalam cetakan sampel dan dimasukkan kedalam water bath untuk dikeringkan selama 24 jam. Setelah sampel kering, sampel akan diuji dengan menggunakan alat hydraulic press. Berdasarkan pengujian compressive strength dan shear bond strength dengan additive carbon carbon aktif tongkol jagung dan pelepah kelapa pada semen kelas G, hasil optimum yang diperoleh yaitu pada konsentrasi 3%. Dimana compressive strength tongkol jagung yang diperoleh sebesar 1404.863 Psi dan untuk shear bond strength yang diperoleh sebesar 270,191 Psi. Dan compressive strength pelepah kelapa yang diperoleh sebesar 1248,883 Psi dan untuk shear bond strength yang diperoleh sebesar 265,873 Psi
No other version available