Art Original
Kinerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian Dan Pengembangan (bappedalitbang) Dalam Percepatan Penurunan Stunting Di Kabupaten Kepulauan Meranti
KINERJA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH, PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN (BAPPEDALITBANG) DALAM PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI Iksan Al Falah ABSTRAK Badan perencanaan dalam pembangunan daerah mempunyai peran strategis dalam upaya percepatan pencegahan stunting. Di dalam pelaksanaan percepatan penurunan stunting bertindak sebagai instansi yang melakukan perencanaan serta menjadi coordinator dalam melakukan pemetaan program untuk percepatan penurunan stunting. Salah satu aspek penting dalam keberhasilan penurunan stunting adalah penilaian kinerja. Kinerja merupakan gambarann mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu program kegiatan yang dituangkan melalui perencaan startegis suatu organisasi. Kinerja penurunan stunting adalah suatu proses atau kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi. Untuk mengevaluasi kinerja Pemerintah Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan 8 (delapan aksi konvergensi penurunan stunting dengan menggunakan instrument penilaian berdasarkan indicator dan periode waktu yang ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efesiensi, efektivitas, keadilan dan daya tanggap pada kinerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitiaan dan Pengembangan Kabupaten Kepulauan Meranti dalam percepatan penurunan stunting. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi terkait kinerja BAPPEDALITBANG dalam penurunan stunting. Melalui penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa, efesiensi kinerja BAPPEDALITBANG dalam penurunan stunting sudah berjalan dengan cukup baik, hal ini dilihat dari tanggapan beberapa informan staff BAPPEDALITBANG Kabupaten Meranti yang merasa sudah cukup mampu mengatur keuangan pemerintah daerah yang sedikit walaupun kegiatan yang dilaksanakan cukup banyak. Namun,efektivitas kurang baik karena banyak laporan yang tidak dilaporkan sesuai jadwal yang ditentukan. Pimpinan sudah mengupayakan prinsip keadilan dan daya tanggap pegawai cukup baik. Hal ini disebabkan karena kurangnya jumlah pegawai, sehinggga beban kerja tidak merata dan menyebabkan terlambatnya dalam pelaporan dan perencaan serta analisis masalah. Dengan Solusi untuk penambahan jumlah pegawai agar tidak terjadinya beban kerja tidak merata dan keterlambatan dalam pelaporan.
No other version available