Art Original
Strategi Pengembangan Usaha Ternak Itik Manila Di Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau
Usaha ternak itik manila di Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau
dapat meningkatkan kesejahteraan peternak, namun masih terdapat beberapa
kondisi internal dan eksternal usaha yang mempengaruhi perkembangan usaha.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis: (1) Karakteristik
peternak dan profil usaha ternak itik manila; (2) manajemen usahatani ternak itik
manila; (3) kondisi lingkungan internal dan eksternal usaha ternak itik manila; dan
(4) strategi pengembangan usaha ternak itik manila. Penelitian ini menggunakan
metode survei. Penelitian pada ternak itik manila di Kecamatan Pinggir, Kabupaten
Bengkalis, Provinsi Riau dilaksanakan dari bulan Mei – Oktober 2022. Responden
berjumlah 21 peternak yang tersebar di masing-masing desa diambil secara sensus.
Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis data
yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif dan menggunakan
analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1). Rata-rata umur peternak
adalah 53,71 tahun, rata-rata tingkat pendidikan peternak adalah 7 tahun, rata-rata
pengalaman berusaha peternak adalah 7,90 tahun dan rata-rata tanggungan keluarga
peternak adalah 3 jiwa. Profil usaha dengan skala usaha mikro, bentuk usaha
perseorangan dan rata-rata penggunaan modal sebesar Rp 8.722.368,45. (2). Satu
periode produksi itik manila pedaging adalah 6 bulan. Rata-rata biaya produksi
yang dikeluarkan adalah sebesar Rp 6.034.635,12/periode. Produksi yang
dihasilkan hanya sejenis yaitu itik manila pedaging dengan rata-rata jumlah
produksi sebesar 357 kg/periode dengan harga itik manila pedaging yaitu Rp
25.000/kg. Rata-rata pendapatan kotor yang diterima adalah sebesar Rp
8.925.000/periode dan pendapatan bersih sebesar Rp 2.890.364,88 /periode dengan
rata-rata nilai RCR sebesar 1,48. (3). Kondisi lingkungan internal yang memiliki
skor bobot paling tinggi yaitu pada kekuatan, diantaranya: modal berasal dari
pribadi dan itik manila memiliki bobot yang besar dengan skor bobot 0,46. Kondisi
lingkungan eksternal yang memiliki skor bobot paling tinggi yaitu pada peluang,
yakni daging itik manila dapat menjadi substitusi terhadap daging ayam dengan
skor bobot 0,51. (4). Usaha ternak itik manila berada pada kuadran I dengan strategi
SO, yaitu (a) peningkatan kapasitas produksi, dan (b) melakukan kegiatan produksi
secara kontinyu.
No other version available