Art Original
Uji Karakteristik Dan Membandingkan Efisiensi Antara Demulsifier Komersil Dan Demulsifier Green Berbahan Minyak Alpukat Untuk Memisahkan Air Dari Emulsi Minyak Menggunakan Metode Bottle Test Pada Lapangan X
Sumur minyak yang semakin tua akan mempengaruhi besarnya kandungan air dan dapat menyebabkan terbentuknya emulsi air dalam minyak. Pada kondisi lapangan terdapat dua jenis emulsi yaitu emulsi air dalam minyak dimana fasa yang lebih banyak adalah minyak, air sebagai zat pengotornya dan emulsi minyak dalam air dimana fasa air lebih banyak. Terdapat beberapa metode yang dapat digunakan untuk menanggulangi emulsi minyak mentah, salah satunya dengan metode kimiawi menggunakan demulsifier yang masih merupakan salah satu metode industri yang paling sering diterapkan untuk memecahkan emulsi minyak mentah. Penggunaan demulsifier komersil berbahan kimia dikhawatirkan dapat mencemari lingkungan karena adanya senyawa kimia aktif yang cendrung sulit untuk diurai oleh lingkungan. Maka perlu dilakukan pengembangan demulsifier yang lebih ramah lingkungan. Penggunaan demulsifier berbahan organik dapat membantu mengurangi penggunaan bahan kimia, salah satunya minyak alpukat. Demulsifier green dibuat dengan metode saponifikasi dengan cara mereaksikan asam lemak dari minyak alpukat terhadap larutan KOH, pengujian demulsifikasi dilakukan dengan berbagai temperatur yaitu 40 oC, 50 oC, 60 oC, 70 oC dan 80 oC dan parameter konsentrasi demulsifier yang digunakan, yaitu sebesar 1 ml, 3 ml dan 5 ml kemudian pengujian dilakukan menggunakan metode bottle test guna menguji efektifitas demulsifier berbahan organik dengan berbagai konsentrasi dan perbandingan terhadap demulsifier komersil. Dari pengujian yang telah dilakukan didapatkan hasil terbaik pada demulsifier green dengan konsentrasi 5 ml pada temperatur 80 ?C yang berhasil memisahkan air sebanyak 32 ml. Sedangkan demulsifier komersil dengan konsentrasi 5 ml ada temperatur 80 ?C memisahkan air 29 ml. Hasil ini menyatakan bahwa demulsifier yang terbuat dari bahan minyak alpukat lebih efektif dalam memisahkan air dibandingkan demulsifier komersil. Hasil analisa gugus fungsi dari grafik FTIR menunjukkan demulsifier green memiliki gugus fungsi OH yang lebih banyak dari pada demulsifier komersil yaitu sebanyak 3 OH sedangkan pada demulsifier komersil hanya memiliki 1 OH. Gugus fungsi OH dapat larut dalam air karena membentuk ikatan hidrogen dengan air dan memiliki sifat polar yang mana ini sangat penting dalam mengatasi emulsi air dalam minyak.
No other version available