Art Original
Analisa Waktu Efektif Tenaga Kerja Pada Pekerjaan Pengecoran Kolom
Proyek Pembangunan Gedung Perkuliahan dan Prodi Politeknik Kemenkes Riau dilaksanakan oleh PT. Jumindo Indah Perkasa terdiri dari 10 lantai dengan metode pengecoran kolom konvensional. Pekerjaan pengecoran kolom konvensional sangat besar pengaruhnya terhadap waktu pelaksanaan karena membutuhkan waktu lama dalam proses pembuatannya, maka dari itu sangat perlu pengontrolan waktu efektif tenaga kerja terhadap pekerjaan ini. Berdasarkan kenyataan, bahwa waktu kerja efektif sering menjadi kendala kinerja tenaga kerja yang digunakan pada proyek konstruksi. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisa waktu efektif tenaga kerja pada pekerjaan pengecoran kolom di lapangan, menilai produktivitas tenaga kerja pada pekerjaan pengecoran kolom dilapangan, dan membandingkan koefisien tenaga kerja yang didapat dilapangan dengan koefisien pada Permen PUPR No. 1 Th 2022. Untuk menganalisa waktu efektif digunakan metode Time Study. Suatu metode pengukuran waktu dari tenaga kerja di lapangan dengan cara menentukan waktu standar untuk suatu pekerjaan. Metode ini digunakan karena pengukuran waktu kerja dilakukan secara langsung berada ditengah-tengah objek peneliti, kemudian dalam metode ini ada perhitungan penyesuaian dan kelonggaran waktu untuk menjadikan waktu tersebut menjadi lebih akurat. Pada pengamatan akan diukur nilai basic time yang akan diolah menjadi standard time, dan digunakan untuk menghitung waktu efektif. Penelitian ini terdiri dari 2 zona pengecoran, dengan total kolom yang ditinjau yaitu 12 kolom, dan didiperoleh hasil penelitian sebagai berikut. Pada zona pengecoran 1, rata-rata waktu efektif sebesar 16,38 menit dengan produktivitas sebesar 3,72 m³?jam, koefisien tukang dilapangan lebih besar 0,17 OH atau 173 % dari Permen PUPR No.1 Th. 2022 dan koefisien pekerja dilapangan lebih besar 0,15 OH atau 36 % dari Permen PUPR No.1 Th. 2022. Pada zona pengecoran 2, rata-rata waktu efektif sebesar 18,55 menit dengan produktivitas sebesar 3,28 m³?jam, koefisien tukang dilapangan lebih besar 0,21 OH atau 209 % dari Permen PUPR No.1 Th. 2022, dan koefisien pekerja dilapangan lebih kecil 0,9 OH atau 23 % dari Permen PUPR No.1 Th. 2022.
No other version available