Art Original
Analisis Penerapan Manajemen Waktu Pada Proyek Kontruksi Pembangunan Gedung (studi Kasus: Pembangunan Gedung Mapolda Riau)
Manajemen waktu proyek adalah tahapan mendefinisikan proses-proses yang perlu di lakukan selama proyek berlangsung. Berkaitan dengan jaminan agar proyek dapat berjalan tepat waktu dengan tetap memperhatikan keterbatasan biaya serta penjagaan kualitas dari proyek. Tujuan utama manajemen waktu pada proyek adalah agar pelaksanaan proyek sesuai lingkupnya dapat memenuhi target yang telah ditentukan. Seperti halnya proyek pembangunan gedung Mapolda Riau yang dilaksanakan oleh PT. MAM Energindo dengan waktu pelaksanaan proyek 270 hari kalender. Berdasarkan informasi yang didapat dari pihak kontraktor melalui wawancara, proyek gedung Mapolda Riau ini terjadi keterlambatan progres pekerjaan sehingga proyek ini mempunyai kontrak addendum yang meliputi perubahan jadwal, biaya dan spesifikasi.Dalam melakukan penelitian ini metode yang dilakukan adalah metodepenelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner dimana variabel-variabel yang dipakai dalam penelitian adalah aspek-aspek manajemen waktu seperti menetukan penjadwalan proyek, mengukur dan membuat laporan kemajuan proyek,membandingkan jadwal dengan kemajuan proyek dan merencanakan dan menerapkan tindakan pembetulan. responden dalam penelitian ini berjumlah 23 orang. Responden tersebut adalah Struktur Organisasi PT. MAM Energindo. Faktor hambatan dalam penerapan manajemen waktu pada proyek konstruksi pembangunan gedung Mapolda Riau yaitu, terdapat identifikasi aktivitas yang rendah dengan nilai rata-rata 2,83 tidak terlaksana sebagaimana mestinya, hal ini dikarenakan proyek tidak berjalan tepat pada waktu yang direncanakan sehingga mempengaruhi durasi proyek secara keseluruhan dan mengganggu urutan kerja. Kesulitan dalam mencatat pemakaian sumber daya dengan nilai rata-rata 2,91, hal ini dipengaruhi oleh pengiriman material yang terlambat sampai ke proyek. perusahaan tidak menambah jumlah tenaga kerja untuk mempercepat proses pengerjaan dengan nilai 2,91, ini dikarenakan takut berpengaruh terhadap biaya operasional yang di tetapkan dari biaya tenaga kerja
No other version available