Art Original
Penerapan Strategi Question Students Have Dalam Meningkatkan Keaktifan Belajar Akidah Akhlah Peserta Didik Kelas Viii Di Mts Al-marzuqin Pekanbaru
Strategi Question Student Have bisa menjadi metode efektif dalam memahami kebutuhan dan harapan siswa, sehingga dapat mengoptimalkan bakat dan kemampuan mereka. Keterampilan mengajukan pertanyaan memiliki nilai instruktif yang signifikan, sebab umumnya guru senantiasa menerapkan metode interaktif dengan pertanyaan dalam proses mengajar. Dalam penelitian ini, dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang secara mendalam menggambarkan penerapan teknik pembelajaran dan pencapaian hasil yang diharapkan. Hasil data yang diperoleh pada siklus pertama menunjukkan bahwa tingkat keterlibatan belum memenuhi batas standar yang telah ditetapkan, yakni 80%. Tingkat keaktifan pada siklus I hanya mencapai 63% secara persentase. Fenomena ini terjadi karena strategi Questions Students Have yang diterapkan belum mencapai tingkat efektivitas yang diharapkan. Namun dalam implementasi siklus kedua, terdapat peningkatan persentase keaktifan yang signifikan setelah dilakukan perbaikan berdasarkan siklus sebelumnya. Tanda kemajuan ini dapat ditemukan dalam lembar observasi yang menunjukkan tingkat keaktifan murid yang memuaskan, dengan persentase sebesar 84%. Melalui analisis observasi yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan dalam tingkat keaktifan murid dalam kegiatan belajar-mengajar. Dalam situasi awal, tingkat keaktifan murid hanya sebesar 39%, kemudian meningkat menjadi 63% pada siklus pertama, dan mencapai peningkatan yang signifikan sebesar 84% pada siklus kedua, melampaui target standar yang ditetapkan oleh peneliti. Sebelum dilakukan langkah-langkah guna memperkuat keaktifan belajar murid dalam pelajaran Akidah Akhlak, persentase rata-rata hanya mencapai 39%, Lalu dilakukan upaya perbaikan, terjadi peningkatan signifikan dalam keaktifan belajar murid pada siklus I, mencapai 63% yang berada dalam rentang 56-75% dan dapat dianggap sebagai tingkat keaktifan belajar yang ''cukup tinggi''. Sementara itu, pada siklus kedua mengalami peningkatan menjadi 84% atau tingkat keaktifan murid tergolong ''Sangat Tinggi'' karena 84% berada dalam kisaran 76-100%. Hal ini menunjukkan bahwa pencapaian murid telah mencapai standar keberhasilan yang telah ditetapkan, yakni lebih dari 80%.
No other version available