Art Original
Analisis Usahatani Dan Pemasaran Ikan Baung (bagrus Nemurus) Di Desa Buluh Cina Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar Provinsi Riau
Usaha budidaya ikan baung merupakan bisnis yang sangat menguntungkan dan potensial untuk dikembangkan di Desa Buluh Cina Kecamatan Siak Hulu karena adanya sumber daya alam seperti sungai sebagai pendukung faktor produksi lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis : 1) karakteristik pengusaha dan profil usahatani ikan baung, 2) teknik budidaya, biaya, pendapatan dan efesiensi, 3) lembaga pemasaran, saluran pemasaran, fungsi-fungsi pemasaran, margin pemasaran, keuntungan, efesiensi pemasaran dan farmer share. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive). Teknik pengambilan sampel petani secara snowball sampling sementara pedagang secara purposive dengan jumlah sebanyak 10 petani dan 2 pedagang. Data yang di gunakan data primer dan sekunder. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : (1). umur petani dan pedagang tergolong umur produktif, lama pendidikan petani 8 tahun (SMP) dan pedagang 11 tahun (SMA), pengalaman usaha pembudidaya dan pedagang masing-masing 7 tahun dan tanggungan keluarga petani 4 orang dengan rata-rata produksi ikan baung 576 kg/proses produksi. (2). Teknik budidaya antara teori dan praktek sudah hampir sesuai dan biaya produksi sebesar Rp 22.277.513/proses produksi, pendapatan kotor sebesar Rp 28.775.000/proses produksi, pendapatan bersih sebesar Rp 6.497.487/proses produksi, diperoleh RCR (Revenue Cost Ratio) sebesar 1,29 artinya usahatani ikan baung di Desa Buluh Cina layak diusahakan. (3). Pemasaran ikan baung terdapat lembaga pemasaran yaitu : petani, pedagang pengumpul, pedagang pengecer dan konsumen dan 2 saluran pemasaran ( petani – pedagang pengumpul – pedagang pengecer – konsumen) dan ( petani –pedagang pengecer – konsumen). Fungsi pemasaran yang dilakukan antara lain : fungsi penjualan, pembelian, penyimpanan, pengangkuatan, standarisasi, penanggungan resiko, pembiayaan. Total biaya pemasaran I sebesar Rp 1.420/kg sedangkan saluran II sebesar Rp 1.040/kg dan keuntungan saluran I sebesar Rp 3.580 sedangkan saliran II sebesar Rp 8.960/kg. Terdapat 2 saluran pemasaran saluran I dan saluran II namun saluran II lebih efisiensi dengan keuntungan sebesar Rp 8.960/kg, dan tingkat efesiensi sebesar 2,74%. Total farmer share sebesar 76,92%.
No other version available