Art Original
Analisis Value Stream Mapping Pada Proses Produksi Batu Bata (studi Kasus: Pt. Rafindo Mutiara Abadi)
Produksi batu bata merupakan salah satu industri manufaktur strategis yang saat ini menghadapi berbagai tantangan dan persaingan, seperti peningkatan permintaan pasar dan kebutuhan untuk memastikan kualitas produk. PT. Rafindo Mutiara Abadi, sebagai salah satu produsen batu bata, telah diidentifikasi melalui survei pendahuluan mengalami beberapa waste dalam proses produksinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pemborosan (waste) yang terdapat dalam proses produksi batu bata di PT. Rafindo Mutiara Abadi. Metode pada penelitian ini menggunakan konsep Value Stream Mapping (VSM). VSM adalah alat visualisasi yang memetakan aliran material dan informasi dari awal hingga akhir proses produksi. VSM membantu perusahaan mengidentifikasi tindakan yang tidak menambah nilai (non value added) dan kegiatan yang bernilai tambah tetapi tidak diperlukan (necessary but not value added). Data dikumpulkan dengan mengamati seluruh proses pembuatan batu bata di PT. Rafindo Mutiara Abadi. Berdasarkan analisis VSM, ditemukan bahwa pemborosan dalam proses produksi batu bata meliputi waktu menunggu selama 90,66 menit, transportasi selama 42,65 menit, dan pemrosesan berlebihan selama 15,26 menit. Setelah menerapkan perbaikan menggunakan VSM, terjadi penurunan waktu siklus dari 549,22 menit menjadi 421,36 menit, mengurangi pemborosan sebesar 23,28%. Pengurangan ini dicapai dengan menghilangkan kegiatan yang tidak bernilai tambah (Non-Value Added/NVA) dan mengurangi kegiatan yang bernilai tambah tetapi tidak diperlukan (Necessary But Not Value Added/NNVA).
No other version available