Art Original
Evaluasi Indeks Daya Saing Daerah Kota Pekanbaru
Daya saing daerah adalah fondasi kunci dalam pembangunan berkelanjutan, terutama di tengah dinamika ekonomi global. Penelitian ini mengevaluasi kebijakan Pemerintah Kota Pekanbaru terkait Pilar 11 (Dinamisme Bisnis) pada hasil pengukuran Indeks Daya Saing Daerah (IDSD), yang mengalami penurunan signifikan dari 5,00 pada 2022 menjadi 2,94 pada 2023. Penurunan ini menandakan lemahnya kebijakan dan aktivitas bisnis yang tidak optimal. Penelitian bertujuan mengidentifikasi kendala utama dan merumuskan strategi untuk meningkatkan daya saing. Dengan menggunakan Teori Evaluasi Kebijakan William N. Dunn dan metode penelitian kualitatif, penelitian ini menganalisis efektivitas, efisiensi, kecukupan, keadilan, responsivitas, dan kelayakan kebijakan melalui wawancara, observasi, dan data sekunder. Temuan menunjukkan bahwa tantangan utama adalah rendahnya literasi digital pelaku UMKM, lemahnya koordinasi antar-stakeholder, kurang optimalnya pengelolaan Produk Unggulan Daerah (PUD), rendahnya kesadaran terhadap Hak Kekayaan Intelektual (HKI), minimnya program inkubasi bisnis, dan kondisi infrastruktur bisnis yang belum memadai. Sebagai solusi, pendekatan Pentahelix direkomendasikan untuk mengkolaborasikan peran pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media. Strategi meliputi penguatan literasi digital melalui program Digital Accelerator berbasis Artificial Intelligence (AI), promosi dan pemasaran PUD melalui pendekatan Government as a Platform (GaaP), pembentukan HKI Corner, revitalisasi pasar tradisional dengan modernisasi, penciptaan fasilitas publik berupa Smart PKL Zone dan co-working space di lokasi strategis, serta penguatan ekosistem bisnis inovatif melalui inkubator teknologi dan penyediaan seed funding untuk mendukung start-up. Langkah-langkah ini diharapkan mampu meningkatkan dinamisme bisnis Kota Pekanbaru, mendongkrak daya saing daerah, dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan.
No other version available