ETD - UIR

Electronic Thesis and Dissertation

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
    Member Login Online Registration
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject NPM Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kecelakaan Kerja Pada Usaha Hutan Tanaman   Pt Riau Andalan Pulp And Paper (pendekatan Konsep Safestart)
Bookmark Share

Art Original

Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kecelakaan Kerja Pada Usaha Hutan Tanaman Pt Riau Andalan Pulp And Paper (pendekatan Konsep Safestart)

Inra Gunawan - Personal Name; Detri Karya - Personal Name; Azharuddin M. Amin - Personal Name;

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kecelakaan Kerja Pada Usaha Hutan Tanaman PT Riau Andalan Pulp and Paper (Pendekatan Konsep SAFESTART). Penelitian ini dibimbing Oleh Prof. Dr.H.Detri Karya,SE.,M.A. dan Dr. Azharuddin M.Amin, M.Sc. Angka kecelakaan kerja pada usaha Hutan Tanaman PT RAPP cenderung fluktuatif selama 3 tahun terakhir dan masih terdapat kecelakaan kerja dengan konsekuensi fatality (meninggal) yang mengakibatkan target zero fatality (nihil meninggal) perusahaan tidak tercapai setiap tahunnya, sementara perusahaan sudah memiliki Kebijakan K3, Manual K3, Standard Operating Procedure (SOP) K3, Safety Golden Rule, HIRADC /Hazard Identification Risk Assessment Determine Control (Identifikasi Bahaya Penilaian Risiko dan Penetapan Pengendalian) terkini dan melakukan JSA /Job Safety Analysis (Analisa Keselamatan Kerja) untuk pekerjaan baru serta perusahaan sejak tahun 2005 sudah menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yaitu OHSAS 18001/ISO 45001 secara voluntary dan SMK3 Kemenaker RI secara mandatory tahun 2008 serta sertifikasi keberlanjutan internasional lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Karakteristik pekerja PT RAPP, (2) Kecelakaan kerja berdasarkan kegiatan, konsekuensi dan state, (3) Hubungan karakteristik pekerja dengan kecelakaan kerja, (4) Hubungan state rushing, fatigue, stress dan complacency dengan kecelakaan kerja, (5) Pengaruh state rushing, fatigue, stress dan complacency terhadap kecelakaan kerja, (6) Strategi pencegahan kecelakaan kerja di PT RAPP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur pekerja PT RAPP mayoritas pada rentang 18-30 tahun (51%), didominasi oleh jenis kelamin pria (74%), tingkat pendidikan terbanyak tamat SMA (43%) dengan masa kerja dominan dibawah 2 tahun (68%) dan komposisi pekerja terbanyak adalah pekerja kontraktor (71%). Kecelakaan kerja PT RAPP periode 2019-2021 berdasarkan kegiatan yaitu mobilisasi (29,75%), felling with chainsaw machine /penebangan dengan mesin chainsaw (15,82%), weeding (13,92%), maintenance (10,76%) dan bucking (8,86%). Berdasarkan konsekuensi atau tingkat keparahan adalah fatality 3,8%, loss time injury 2,5%, medical aids 57,6% dan first aid 36,1%. Sedangkan berdasarkan state complacency adalah tertinggi yaitu 55,1% diikuti rushing 31,7% dan fatigue 7,6%, stress 2,5%, lainnya kombinasi antar state. Pekerja yang mengalami kecelakaan kerja tertinggi adalah pekerja kontraktor 124 orang (78%) sisanya karyawan 34 orang (22%). Umur, jenis kelamin, pendidikan dan masa kerja pekerja mempunyai pengaruh yang penting terhadap kejadian kecelakan kerja. Pekerja yang mengalami kecelakaan kerja tertinggi terjadi pada umur muda 18 – 30 tahun, jenis kelamin pria, tingkat pendidikan tamat SMA dan masa keja dibawah 2 tahun . Melakukan pekerjaan dalam keadaan rushing (terburu-buru), fatigue (kelelahan), stress (frustrasi) dan complacency (berpuas diri) dapat berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja. Sekitar 17% pekerja PT RAPP berpotensi mengalami kecelakaan kerja karena bekerja dalam keadaan rushing (terburu-buru). Sekitar 27% pekerja PT RAPP berpotensi mengalami kecelakaan kerja karena bekerja dalam keadaan fatigue (kelelahan).Sekitar. 25% pekerja PT RAPP berpotensi mengalami kecelakaan kerja karena bekerja dalam keadaan stress (frustrasi). Dan 3% pekerja PT RAPP berpotensi mengalami kecelakaan kerja karena bekerja dalam keadaan complacency (berpuas diri). State yang paling dominan mempengaruhi kecelakaan kerja adalah complacency setelah itu diikuti rushing, fatigue, stress. Indikator dari variabel rushing yang mempengaruhi kecelakaan kerja adalah melakukan pekerjaaan dengan jalan pintas (short cut) dan mempercepat proses penyelesaian pekerjaan ketika mau Buang Air Kecil (BAK) /Buang Air Besar (BAB), jelang akhir pekan dan jelang habis masa kontrak kerja. Berdasarkan uji T-statistik Rushing memiliki pengaruh positif terhadap kecelakaan kerja namun tidak signifikant. Rushing memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap fatigue dengan nilai T-statistik sebesar 5,777 maka hipotesis nol ditolak. Demikian juga dengan Rushing memiliki hubungan positif dan siginifikan terhadap stress dengan nilai T-statistik sebesar 2, 642, hipotesi nol ditolak. Indikator dari variabel fatigue yang mempengaruhi kecelakaan kerja adalah ketika merasa mengantuk pada siang hari tetap melanjutkan pekerjaan yang sudah ditugaskan dan tetap melakukan pekerjaan sampai larut malam (lembur) walaupun kondisi badan sudah lelah. Berdasarkan uji T-statistik, fatigue memiliki pengaruh positif terhadap kecelakaan kerja namun tidak signifikant. Indikator dari variabel stress yang mempengaruhi kecelakaan kerja adalah merasa beban kerja berlebihan dan melebihi batas kemampuan fisik & psikologis, merasa terpaksa bekerja di area terpencil dan kurang fasilitas sehingga merasa terasing, kurang mendapatkan pujian atau apresiasi dari atasan sehingga merasa tidak dihargai dalam bekerja, merasa bahwa tidak memiliki waktu untuk istirahat berkala. Hasil uji T-statistik menunjukan stress memiliki pengaruh positif terhadap kecelakaan kerja namun tidak signifikant. Sedangkan Stress terhadap Fatigue T statistics 0,861 artinya stress memiliki pengaruh positif terhadap fatigue tetapi juga tidak signifikant. Indikator dari variabel complacency yang mempengaruhi kecelakaan kerja adalah merasa Alat Pelindung Diri (APD) menghambat pekerjaan sehingga jarang dipakai. Hasil uji validitas dan reliabilitas, nilai loading factor, AVE (Average Variance Extracted), Composite reliability dan Croncah’s alpha tertinggi ditunjukan oleh indikator variabel complacency yaitu 1,000. Variabel Complacency memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kecelakaan kerja, dimana nila T-statistik yang dihasilkan adalah 2,440, artinya variabel Complaceny merupakan faktor yang mempengaruhi kecelakaan kerja, hipotesis nol ditolak. Strategi pencegahan kecelakaan kerja berdasarkan indikator yang mempunyai pengaruh positif terhadap kecelakaan kerja adalah pastikan mata dan pikiran pada tugas, hindari berada dalam bahaya dan ketidakseimbangan, memahami pemicu diri pada keadaan (state) atau energi berbahaya, melakukan analisa nyaris celaka (close call/nearmiss) dan kesalahan-kesalahan kritikal (small errors), bekerja pada kebiasaan, uji pijakan atau cengkeraman sebelum melakukannya, gerakan mata terlebih dahulu sebelum menggerakkan tangan, dan kaki, gerakan kembali mata di jalan dengan cepat jika telah terganggu, cari potensi rentetan bahaya (line-of-fire) sebelum bergerak (seperti pandangan terbatas, sempit dll), Dan strategi pencegahan kecelakaan kerja dengan menggunakan pendekatan hierarki pengendalian bahaya dan SAFESTART adalah melalui (1) Pengendalian rushing : meningkatkan keselamatan berkendara di jalan hutan perusahaan seperti pembuatan separator jalan, pemasangan alat speed limiter di truk angkutan kayu & mobil pool, pemasangan gps di setiap mobil angkutan kayu, pemasangan alat pantau kecepatan dan pemasangan CCTV di tempar tertentu serta menerapkan nihil ODOL (Over Dimension dan Over Loading) untuk angkutan kayu; (2) Pengendalian fatigue melalui pemasangan alat sensor fatigue dan pengadaan Stop Point untuk istirahat sopir angkutan kayu (3) Pengendalian stress : happiness/bahagia, menyeimbangkan antara pekerjaan dengan keluarga, mempunyai fasilitas kerja & tempat tinggal yang layak; (4) Pengendalian complacency: melakukan Safety Daily Briefing, Safety Daily Inspection, konsisten menerapkan Kebijakan K3, SOP K3 dan Safety Golden Rule, memiliki fundamental & fokus operasi SQPC (Safety Quality Productivity Cost), melakukan pengukuran & analisis leading indicator, subtitusi dari pekerjaan manual ke mekanis dan digital transformation serta setiap orang secara konsisten menerapkan NOSA (No Safety No Activity).


Availability
#
Agribisnis (Thesis, Disertasi) Agribisnis 634.95 Inr A
25062
Available but not for loan - ETD
Detail Information
Call Number
Agribisnis 634.95 Inr A
Language
Indonesia
NPM
194221005
Publisher
Manajemen Agribisnis : Universitas Islam Riau., 2023
Keyword(s)
terburu-buru
kelelahan
frustrasi
berpuas diri
kecelakaan kerja
Other Information
Petugas
Handi
Other version/related

No other version available

File Attachment
  • Please login to see this attachment
Comments

You must be logged in to post a comment

ETD - UIR
  • Information
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search
Where do you want to share?