Art Original
Pelaksanaan Koordinasi Dalam Penertiban Gelandangan Dan Pengemis Oleh Pemerintah Kota Pekanbaru
ABSTRAK TRI ASIH WULANDARI Penelitian ini menemukan permasalahan yang muncul seperti kurangnya koordinasi dalam pelaksanaan tugas yang dilaksanakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja bersama Dinas Sosial Kota Pekanbaru dalam penertiban gelandangan dan pengemis. Lalu rendahnya koordinasi dalam bentuk komunikasi yang dilaksanakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja bersama Dinas Sosial Kota Pekanbaru dalam mensosialisasikan dilarangnya masyarakat memberikan uang kepada gelandangan dan pengemis dimana telah diatur dalam peraturan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan koordinasi dalam penertiban gelandangan dan pengemis oleh pemerintah Kota Pekanbaru, dan untuk melihat hambatan-hambatan dalam pelaksanaan koordinasi dalam penertiban gelandangan dan pengemis oleh pemerintah Kota Pekanbaru. Indikator yang digunakan penulis dalam riset ini meliputi perencanaan, komunikasi, pembagian kerja dan pengawasan. Tipe riset ini menggunakan metode kualitatif serta teknik pengumpulan data yang digunakan terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil analisis penulis dapat menyimpulkan bahwa pelaksanaan koordinasi yang dilaksanakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja bersama Dinas Sosial Kota Pekanbaru dalam menertibkan gelandangan dan pengemis belum terlaksana dengan baik, karena masih banyaknya gelandangan dan pengemis yang berkeliaran di jalanan serta kurangnya sosialisasi yang kepada masyarakat dalam larangan memeberikan uang kepada gelandangan dan pengemis. Hambatan yang ditemukan dalam riset ini yaitu kurangnya kesadaran masyarakat terhadap larangan memberikan uang kepada gelandangan dan pengemis, serta tidak adanya peraturan yang tegas dalam menertibkan gelandangan dan pengemis di Kota Pekanbaru. Saran dari saya sebagai penulis dalam riset ini Satuan Polisi Pamong Praja bersama Dinas Sosial Kota Pekanbaru diharapkan lebih tanggap terhadap memberantasi gelandangan dan pengemis yang masih berada di jalanan. Kata kunci :
No other version available