Art Original
Pemodelan Topik Dan Analisis Sentimen Berbasis Aspek Terhadap Penggunaan Ganja Pada Video Dokumenter “atas Nama Daun” Di Youtube
Ganja merupakan narkotika golongan satu yang dilarang penggunaannya untuk kepentingan kesehatan seperti yang dijelaskan pada UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ganja telah menjadi topik perdebatan dan penelitian, bahkan beberapa negara telah melegalkan dengan berbagai macam tujuan terutama medis. Salah satu peristiwa penggunaan ganja medis yang sempat ramai dibicarakan di Indonesia adalah Fidelis Arie. Ia memutuskan untuk menanam dan mengekstrak ganja untuk pengobatan sang istri. Kondisi istri perlahan membaik, namun terhenti karena penangkapan Fidelis. Peristiwa ini menjadi salah satu segmen dalam film dokumenter “Atas Nama Daun”. Film dokumenter ini membahas terkait penggunaan ganja dari berbagai sudut pandang narasumber dan telah ditonton sebanyak 2,9 juta kali di YouTube. Penelitian ini berfokus untuk melakukan pemodelan topik dan analisis sentimen berbasis aspek terhadap komentar pada video dokumenter “Atas Nama Daun” di YouTube. Pemodelan topik dilakukan dengan tujuan memperoleh topik atau aspek pada komentar menggunakan Latent Dirichlet Allocation yang dievaluasi dengan coherence score. Selanjutnya adalah melakukan analisis sentimen berbasis aspek berdasarkan aspek yang diidentifikasi pada pemodelan topik menggunakan 4 pendekatan pembelajaran mesin tradisional, yaitu Naïve Bayes, K-Nearest Neighbor, Decision Tree, dan Logistic Regression yang dievaluasi dengan membandingkan nilai akurasi. Aspek yang diidentifikasi pada pemodelan topik adalah aspek Hukum dan Kesehatan, khususnya topik tentang hukum dan regulasi penggunaan ganja medis di Indonesia. Hasil analisis sentimen berbasis aspek menunjukkan Logistic Regression merupakan model terbaik untuk klasifikasi aspek dengan akurasi sebesar 84,5% dan klasifikasi sentimen untuk aspek Hukum dengan akurasi 79%. Sedangkan Naïve Bayes memberikan performa terbaik untuk klasifikasi sentimen untuk aspek Kesehatan dengan akurasi 77,1%. Secara keseluruhan, mayoritas komentar mengkritik atau tidak setuju dengan hukum, undang-undang, atau pemerintahan terkait penggunaan ganja dan menganggap penggunaan ganja tidak menimbulkan dampak buruk yang signifikan bagi kesehatan.
No other version available