Art Original
Studi Sensitivitas Metode Water Alternating Gas Injection Di Lapangan Java Field Berdasarkan Water Co2 Ratio Menggunakan Software Tnavigator
Lapangan Java Field merupakan lapangan offshore yang memiliki 3 sumur produksi dan 2 sumur injeksi. Lapangan ini mulai berproduksi pada tahun 2015 dengan menggunakan metode waterflood, dan setelah 10 tahun berproduksi, lapangan ini mengalami penurunan produksi yang signifikan. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan kembali produtivitas lapangan Java Field yang telah menurun melalui tahapan selanjutnya, yaitu tertiary recovery atau EOR. CO2 WAG menjadi metode yang dipilih pada lapangan ini karena keefektifan penyapuan makroskopis dan mikroskopis, serta kesesuaian karakteristik reservoir dengan screening criteria EOR. Keefektifan metode ini dapat dipengaruhi oleh beberapa factor, seperti slug size, soaking time, cycle time, dan WAG ratio. Oleh karena itu, dilakukan penelitian berupa studi sensitivitas pada salah satu parameter penentu keefektifan injeksi WAG agar mendapatkan skenario terbaik yang dapat diterapkan pada lapangan Java Field. Terdapat 3 skenario yang diuji pada penelitian ini, yaitu 1:1, 1:2, dan 2:1 dengan slug size sebesar 0.3 PV. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, injeksi WAG dengan rasio antara CO2 dan air yang paling optimal adalah 1:2, dengan recovery factor yang didapatkan sebesar 30%. Hasil ini menunjukkan bahwa volume injeksi air yang besar dalam satu siklus WAG memberikan efek penyapuan yang lebih baik untuk mendorong minyak menuju ke arah sumur produksi.
No other version available