Art Original
Terhadap Keaktifan Belajar Siswa Kelas Viii Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di Smpn 1 Pangkalan Kerinci
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNINGTERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR SISWA KELAS VIII PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN NEGERI 1PANGKALAN KERINCI NUR ADILLAH BAITY NPM.182410351 Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keaktifan belajar siswa kelas VIII Di SMPN 1 Pangkalan Kerinci. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran problem based learning terhadap keaktifan belajar siswa kelas VIII pada mata pelajaran Pendidikan agama Islam di SMPN 1 Pangkalan Kerinci. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan korelasi. Populasi dalam penelitian ini 202 siswa yang beragama Islam pada kelas VIII dengan sampel 135 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hipotesis ada pengaruh model pembelajaran problem based learning terhadap keaktifan belajar siswa diterima dengan nilai signifikansi 0,000.Tingkatpenggunaan guru dalam menerapkan model pembelajaran problem based learningsebesar 0,8756 atau 87,56 %. Nilai tersebut jika diinterpretasikan berada pada interval 0,80- 1,00 dengan tingkat sangat tinggi. Maka hasil dari tingkat problem based learning (variabel X) yaitu 87,56 % dikatakan sangat kuat. Adapun tingkat keaktifan belajar siswa (variabel Y) sebesar 0,8494 atau 84,94 %. Nilai tersebut jika diinterpretasikan berada pada interval 0,80- 1,00 dengan tingkat sangat tinggi. Maka hasil dari tingkat keaktifan belajar siswa(variabel Y) yaitu 84,94 % dikatakan sangat kuat.Dan besar pengaruh model pembelajaran problem based learningterhadap keaktifan belajar siswa adalah cukup kuat (0,443 atau 44,3%) yang berada pada rentang (0,40-0,599), sedangkan sisanya 55,7% dipengaruhi faktor lain. Adapun hubungan model pembelajaran problem based learning dan keaktifan belajar sebesar 0,665 atau 66,5 %, diprediksi jika model pembelajaran problem based learningditingkatkan maka sangat efektif untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa sebesar 0,665 atau 66,5%. Demikian juga sebaliknya, jika model pembelajaran problem based learningmenurun maka keaktifan belajar siswa juga akan menurun sebesar 0,665 atau 66,5%, di karenakan hubungan antara model pembelajaran problem based learning dan keaktifan belajar berada pada rentang 0,60 - 0,799 yaitu kuat. Kata Kunci: Model Pembelajaran Problem Based Learning, Keaktifan Belajar
No other version available