Art Original
ANALISA RESIKO KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) PROYEK KONSTRUKSI MENGGUNAKAN METODE HIRA (HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT)
Pekerjaan konstruksi adalah keseluruhan atau sebagian kegiatan yang meliputi pembangunan, pengoperasian, pemeliharaan, pembongkaran, dan pembangunan kembali suatu bangunan. Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) pada proyek konstruksi masih belum sepenuhnya diimplementasikan dengan baik meskipun telah terdapat peraturan yang mengakomodir penerapannya. Pekerjaan konstruksi merupakan pekerjaan yang memiliki resiko yang cukup besar dan dapat menimbulkan kecelakaan kerja. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk meningkatkan efektifitas perlindungan K3 yang terencana, terukur, terstruktur, dan terintegrasi, mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dengan melibatkan unsur manajemen dan pekerja, serta menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman, dan efisien untuk mendorong produktivitas. Salah satu pendekatan yang dilakukan adalah dengan metode HIRA (Hazard Identification and Risk Assessment). Dari hasil penelitian didapat faktor-faktor resiko didalam pelaksanaan proyek konstruksi terdiri dari 6 variabel dengan 24 indikator resiko. Kriteria yang digunakan dalam metode HIRA (Hazard Identification and Risk Assessment) adalah software SPSS terhadap Likelihood dan Saverity. Uji validitas terhadap Likelihood mendapatkan hasil 25 yang valid dari 26 indikator resiko, sedangkan hasil uji validitas terhadap Saverity mendapatkan hasil 25 yang valid dari 26 indikator resiko. Uji reliabilitas terhadap Likelihood mendapatkan hasil 0,962 atau 96,2%, sedangkan uji reliabilitas terhadap Saverity mendapatkan hasil 0,968 atau 96,8%.Penilaian resiko yang telah diidentifikasi menggunakan metode HIRA (Hazard Identification And Risk Assessment) mendapatkan hasil 13 resiko di peringkat rendah (Low) dengan range 1-4 sedangkan 13 resiko di peringkat sedang (Medium) dengan range 5-12
No other version available