Art Original
SISTEM AGRIBISNIS JAMUR TIRAM PUTIH DI KECAMATAN TENAYAN RAYA KOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU
Budidaya jamur tiram putih memiliki prospek yang baik untuk di kembangkan di
Indonesia karena kondisi alam yang sangat mendukung. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis: 1. Karakteristik pengusaha, tenaga kerja, dan profil usaha
agribisnis jamur tiram putih; 2. Subsistem penyediaan sarana produksi pada usaha
jamur tiram putih; 3. Subsistem usahatani pada usaha jamur tiram putih; 4.
Subsistem agroindustri dalam usaha jamur tiram putih; 5. Subsistem pemasaran
jamur tiram putih. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei,
yaitu pada usaha jamur tiram di Rumah Jamur Nando di Kecamatan Tenayan Raya,
Kota Pekanbaru Provinsi Riau, dimulai pada bulan februari 2024 sampai juli 2024.
Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Penelitian ini
dianalisis dengan menggunakan deskriptif kulitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian
ini menjelaskan bahwa: 1. Pengusaha jamur tiram putih Rumah Jamur Nando
berusia 29 tahun, dengan kategori usia produktif terhadap tenaga kerja yaitu dengan
rata-rata 24 tahun. Usaha jamur tiram putih Rumah Jamur Nando didirikan pada
tahun 2015 dengan modal awal yaitu modal pengusaha itu sendiri dengan skala
usaha yaitu usaha kecil dan mempekerjakan 8 orang tenaga kerja. 2. Sistem
penyediaan sarana produksi telah memenuhi kriteria tepat waktu, tempat, jumlah,
harga, jenis, dan mutu. 3. Dalam usahatani total biaya yang dikeluarkan sebesar Rp
43.185.575/periode produksi, dengan jumlah produksi jamur tiram putih sebanyak
3.500 kg, dengan pendapatan kotor sebesar Rp 105.000.000/periode produksi.
Sedangkan pendapatan bersih sebesar Rp 61.814.425/periode produksi dan RCR
sebesar 2,43. 4. Pada Agroindustri memiliki 3 produk olahan jamur tiram putih
yaitu jamur krispy, nugget jamur, dan rendang jamur dengan nilai tambah masingmasing
yaitu
jamur
krispy
Rp
49.927,67/Kg,
nugget
jamur
Rp
153.442,00/Kg
dan
rendang
jamur yaitu Rp 88.027,67/Kg. 5. Saluran pemasaran dalam jamur tiram
putih segar terdiri dari 2 saluran, saluran pertama dari pengusaha langsung ke
konsumen, saluran kedua dari pengusaha, pengecer dan konsumen. Saluran
pemasaran pertama memiliki harga jual Rp 30.000/Kg dengan efisiensi Rp10%,
sedangkan saluran pemasaran kedua memiliki harga jual Rp 35.000/Kg dengan
efisiensi Rp 11,43%. sedangkan saluran pemasaran terhadap olahan jamur tiram
putih olahan memiiki 1 saluran yaitu langsung ke konsumen dengan harga jual
jamur crispy Rp 90.000/Kg dengan efisiensi 5,5%, nugget jamur Rp 90.000/Kg
dengan efisiensi 2,2% dan rendang jamur Rp 160.000/Kg dengan efisiensi 3,1%.
No other version available